Kasus Koboy Palmerah Diminta Masuk Peradilan Umum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang  perwira TNI AD memukul seorang pengendara motor yang menyerempet mobilnya di daerah Palmerah, Jakarta, (30/4). Hari Selasa (1/5) tayangan video 'Koboy Palmerah' di Youtube jadi gunjingan warga Ibukota. youtube.com

    Seorang perwira TNI AD memukul seorang pengendara motor yang menyerempet mobilnya di daerah Palmerah, Jakarta, (30/4). Hari Selasa (1/5) tayangan video 'Koboy Palmerah' di Youtube jadi gunjingan warga Ibukota. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi anggota TNI AD yang sewenang-wenang menggunakan senjata mendapat sorotan luas semenjak terungkap di jejaring sosial. Menurut Direktur Ekskutif Imparsial Poengky Indarti, kasus di luar tugas militer harus masuk ke peradilan umum.

    "Dulu yang di Papua, sampai ada yang meninggal, sanksinya hanya ringan 8-10 bulan dari peradilan militer," ujar dia ketika dihubungi Rabu, 2 Mei 2012.

    Padahal, Poengky melanjutkan, kasus di Papua tersebut lengkap dengan bukti video. Bahkan pengusutannya mendapat sorotan dunia internasional. "UU Peradilan Militer tidak cukup efektif," ujarnya. Alasannya karena UU Peradilan Militer belum secara tegas mengatur batasan pelanggaran bagi aparatnya.

    "Dalihnya selalu mereka tidak menuruti perintah atasan atau insubordinat," ujar Poengky. Tapi, ujarnya, khusus kasus Kapten A yang bertindak ala koboi, perilakunya bukan dalam tugas. Kapten A sudah masuk sewenang-wenang selaku aparat militer. Jadi kalau bisa masuk peradilan umum, maka hukumannya bisa diperberat.

    Poengky menambahkan, terungkapnya polah Kapten A, bisa jadi momen untuk membahas revisi UU Peradilan Militer yang timbul tenggelam dari 2004-2009. "Ada banyak kasus pelanggaran hukum aparat militer," ujar dia. Sehingga ia berharap kasus Kapten A bisa jadi pertimbangan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat duduk bersama untuk membahas UU Peradilan militer.

    Polah Kapten A yang menodongkan pistol terekam dalam sebuah video. Video itu kemudian diunggah di dunia maya serta menjadi bahan pembicaraan di jejaring sosial Youtube dan Twitter. Isi video menggambarkan percekcokan seorang pengendara mobil TNI-AD berplat nomer 1349-00 dengan seorang pengendara Vespa. Aparat itu tampak tak terima mobilnya diserempet lalu mengacungkan pistol. TNI AD pun membenarkan bahwa pelaku di video tersebut adalah anggota mereka.

    DIANING SARI

    Berita terkait
    Koboy Palmerah Klaim Memakai Airsoft Gun
    Mabes TNI AD Akui 'Koboy Palmerah' Itu Anggotanya
    Mobil 'Koboy Palmerah' Pakai Pelat Nomor TNI AD
    Video: Diserempet, Koboi Palmerah Todongkan Pistol
    Video Koboy Palmerah Jadi Trending Topics Twitter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.