Kampung Ambon 'Tiarap' Setelah Penggerebekan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Berbagai barang bukti yang disita Polres Metro Jakarta Barat usai melakukan penggerebekan di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta, Senin (30/4). Dalam operasi tersebut petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, senjata api, alat penghisap sabu, minuman keras, ganja dan dua orang tersangka. Tempo/Tony Hartawan

    Berbagai barang bukti yang disita Polres Metro Jakarta Barat usai melakukan penggerebekan di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta, Senin (30/4). Dalam operasi tersebut petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, senjata api, alat penghisap sabu, minuman keras, ganja dan dua orang tersangka. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta- Setelah Kepolisian Resor Jakarta Barat menggerebek Kampung Ambon pekan lalu , nama masyhur kompleks seluas satu hektare di kawasan Cengkareng, Jakarta, ini. Kampung Ambon pun tiarap. Deretan "rumah cinta"--julukan lapak atau rumah tempat transaksi narkoba-tutup sementara. Kompleks Permata, Kampung Ambon, bagai mati suri. Rabu pekan lalu, belum pukul 10 malam, tak satu pun warga di luar rumah. Tak ada dentaman house music, menu keseharian permukiman ini. Tak ada kepastian kapan lapak-lapak beromzet total miliaran rupiah per hari ini berdenyut kembali. 

    "Sudah dua-tiga hari sepi. Ini bisa sampai seminggu, bisa sebulan," kata lelaki yang ditemui Tempo di perempatan Kampung Ambon. "Kalau Bos mau, bisa saya cariin, tapi barang mesti dibawa keluar," katanya. 

    Malam itu untuk kesekian kalinya Tempo menjelajahi zona merah perdagangan narkoba di Jakarta ini. Beberapa malam sebelum penggerebekan, suasana jauh berbeda. Pasien-sebutan bagi pembeli dan pengguna narkoba-datang hilir-mudik. Penjaja narkoba, lelaki dan perempuan berusia 20-60 tahun, menunggu di depan lapak. Deretan mobil dan sepeda motor memenuhi halaman. 

    Secara fisik, penampilan lapak tidak mencolok, sama seperti rumah biasa. Bedanya, rumah cinta selalu ramai dikerubuti pedagang, pasien, dan para makelar. Tak sedikit pasien yang masuk lapak sore dan baru keluar esok pagi. Peralatan nyabu dan nyuntik lengkap tersedia di dalam lapak, komplet dengan sofa nyaman, lampu remang-remang, dan musik yang superlantang. 

    Di antara rumah-rumah cinta itu, sebuah gedung dua lantai tampil seperti makhluk asing. Lampu terang menyinari papan namanya: Pos Terpadu Badan Narkotika Nasional. Gedung itu terasa tak berguna memerangi narkoba di Kampung Ambon.

    PRAMONO | MUSTAFA SILALAHI 


    Berita Terpopuler Lainnya: 
    Tangan Godfather Narkoba di Kampung Ambon 
    Kampung Ambon, Surga Narkoba bagi Artis & Pejabat 
    Gaji Juru Timbang Narkoba Kampung Ambon Rp 30 Juta 
    Black Campaign Mulai Serang Jokowi dan Hidayat 
    'Koboi Restoran' Ditahan, 'Koboy Palmerah' Belum  
    Apa Isi Buku Karya Irshad Manji 

     


     


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.