Sabtu, 24 Februari 2018

Senjata Iswahyudi dari Importir Resmi  

Oleh :

Tempo.co

Senin, 7 Mei 2012 10:14 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Senjata Iswahyudi dari Importir Resmi  

    Ilustrasi. tribune.com.pk

    TEMPO.CO, Jakarta - Iswahyudi Anshar, tersangka kasus penodongan senjata api di restoran Corc & Screw di Plaza Indonesia, ternyata sudah sejak tahun 2004 memiliki izin kepemilikan senjata. Senjata yang dipakai saat mengancam pegawai restoran itu juga didapat dari importir resmi. "Senjata itu dari importir legal, rekanan dari importir yang sah," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Minggu, 6 Mei 2012.

    Senjata api yang didapat Iswahyudi, Direktur Utama PT Dita Permata Tatasari, ini berjenis pistol dengan merek Walther. Senjata itu setahun sekali dicek apakah masih sesuai dengan kriteria orang yang diperbolehkan UU membawa senjata api atau tidak. "Senjata itu digunakan pada tanggal 19 April 2012 saat melakukan tindakan pengancaman," ujarnya.

    Rikwanto menjelaskan, hanya, meski pistol jenis Walther yang dimilikinya resmi, Iswahyudi juga kedapatan melanggar aturan. Soalnya, dalam penggeledahan di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, polisi menemukan 150 buah peluru tajam. "Padahal seharusnya maksimal hanya memegang 50 butir, ini juga sudah menyalahi izin," kata Rikwanto. Selain itu juga ada sebuah senjata dan beberapa butir peluru karet yangberizin resmi.

    Iswahyudi, kata Rikwanto, mendapatkan senjata dan peluru-peluru itu dari importir resmi. Hanya, bagaimana ia bisa mendapatkan dalam jumlah melebihi ketentuan itu, masih dalam penyelidikan.

    Iswahyudi ditangkap di Kuningan pada Jumat, 4 Mei 2012, lantaran pada tanggal 19 April 2012 lalu terbukti melakukan tindakan pengancaman dengan cara menodongkan senjata api miliknya ke arah karyawan restoran Cork & Screw. Sementara penahanan atas dirinya baru ditetapkan Sabtu, 5 Mei 2012 kemarin. Ia dijerat Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan, Pasal 368 KUHP tentang Pengancaman, dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman sampai 12 tahun penjara.

    PINGIT ARIA

    Berita terkait
    Beda Nasib 'Koboi Restoran' dan Koboi Palmerah
    Aksi 'Koboi' Marak, Polisi Perketat Izin Kepemilikan Senpi
    Todong Karyawan Restoran, Iswahyudi Ditahan
    Mengapa Koboy Palmerah Merasa Superior
    Kapten 'Koboy Palmerah' Diperiksa Pomdam Jaya
    Mabes TNI AD Akui 'Koboy Palmerah' Itu Anggotanya
    Video: Diserempet, Koboi Palmerah Todongkan Pistol


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.