Hujan Deras, Pengawas Independen UN SD Tak Datang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah murid SDN Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berdoa bersama sebelum memulai Ujian Nasional SD hari pertama, Senin (7/5).  TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah murid SDN Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berdoa bersama sebelum memulai Ujian Nasional SD hari pertama, Senin (7/5). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Cuaca rupanya menjadi kendala bagi tim independen yang ikut bergabung dalam mengawasi Ujian Nasional (UN) hari pertama bagi siswa sekolah dasar. "Harusnya, sih, pengawas independen ada dua orang. Mungkin karena hujan deras mereka tidak datang," ujar Kepala Sekolah SDN Kebayoran Lama 07, Sukawatiningsih, pada Senin 7 Mei 2012.

    Namun, menurut Sukawati, ketidakhadiran mereka tidak mengganggu jalannya ujian. Sebab, yang lebih utama adalah pengawas yang ditugasi oleh Dinas Pendidikan. "Tidak masalah, mereka kan hanya membantu," katanya.

    SDN Kebayoran Lama 07 diawasi oleh para guru yang berasal dari dua sekolah berbeda, yaitu SDN Grogol 16 dan SDN Grogol 17, Jakarta Selatan. Sebelumnya, Dinas Pendidikan telah menginformasikan bahwa pada pelaksanaan UN di sekolah itu akan ada tim pengawas independen yang berasal dari pihak universitas.

    Adapun dari segi keamanan, sekolah yang terletak di Jalan Bendi, Tanah Kusir, Jakarta Selatan itu, tidak menggunakan bantuan anggota polisi. "Kami percaya dengan satpam saja, ujar Sukawati.

    Ia pun yakin murid-muridnya tidak mudah terpengaruh oleh bocornya kunci jawaban soal. Sejak awal ia telah mengimbau agar jangan mudah percaya dengan oknum-oknum yang menawarkan kunci jawaban.

    Mengenai tingkat kelulusan, Sukawati belum bisa memprediksi. "Harapannya 100 persen, tapi lihat nanti hasilnya," ia mengatakan.

    Hari ini, siswa SD di seluruh Indonesia melaksanakan UN hari pertama. Mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia. Ujian akan berlangsung hingga Rabu.

    SATWIKA MOVEMENTI


  • UN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.