Polisi: Dua Hotel Menolak Irshad Manji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegiat Islam reformis dan penulis buku asal Kanada Irshad Manji memberikan buku yang telah ditandatangani kepada peserta diskusi usai diskusi dan bedah buku karyanya

    Pegiat Islam reformis dan penulis buku asal Kanada Irshad Manji memberikan buku yang telah ditandatangani kepada peserta diskusi usai diskusi dan bedah buku karyanya "Allah, Liberty & Love" di Salihara, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5) malam. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta- Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Imam Sugiono menyatakan, feminis asal Kanada, Irshad Manji sempat ditolak untuk menginap di dua hotel ternama di Jakarta. Ini terjadi ketika polisi mencoba mengantar Irshad usai penolakan diskusi bukunya di Salihara, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Mei 2012. "Hotel Ritz Carlton dan Hotel Kartika Chandra menolak Irshad Manji," kata Kombespol Imam Sugiono saat ditemui di Markas Besar Polri, Senin, 7 Mei 2012.

    Imam menyatakan, Irshad akhirnya dapat menginap karena diterima di Hotel Ritz Carlton SCBD. Dua hotel ternama yang menolak, menurut dia, beralasan bahwa penulis buku Allah, Liberty, and Love ini adalah orang kontroversial.

    Hal ini juga, yang menurut Imam, menjadi alasanmassa berkumpul dan meminta Irshad menghentikan diskusi di Salihara. Imam menyatakan, alasan Polisi membubarkan diskusi tersebut karena Salihara tidak menyampaikan pemberitahuan atas pelaksanaan diskusi kontroversial ini.

    Polisi juga mengambil keputusan untuk membubarkan karena melihat potensi jatuhnya korban dari peristiwa tersebut. "Banyak reaksi, ormas dan masyarakat kumpul, kalau tidak kami bubarkan akan jatuh korban," katanya.

    Polres Jakarta Selatan membubarkan paksa acara diskusi dan peluncuran buku berjudul Allah, Liberty, and Love oleh feminis asal Kanada, Irshad Mandji, di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Mei 2012. Pembubaran ini dilakukan setelah acara itu diprotes massa Front Pembela Islam dan beberapa warga setempat.

    Sekitar pukul 19.58 WIB, pagar Salihara mulai dijebol oleh massa bersorban putih sambil berteriak-teriak. Acara diskusi akhirnya ditutup sekitar pukul 20.25 WIB. Irshad dan para peserta masih berkumpul di sekitar ruang diskusi untuk beramah tamah. Sekitar pukul 20.40 WIB polisi kembali masuk ke ruang diskusi untuk membubarkan peserta. Bahkan, ada ancaman untuk menangkap peserta jika tidak mau bubar.

    Setelah perundingan antara polisi, panitia, dan Irshad, sekitar pukul 21.58 WIB Irshad keluar didampingi dengan lawyer dan dikawal ketat oleh polisi. Irshad juga tidak dibawa ke kantor polisi, tetapi ke tempat yang ditentukan panitia dan polisi.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Berita terkait
    Komunitas Salihara Pertanyakan Pembubaran Diskusi
    Komunitas Salihara Kutuk Pembubaran Diskusi Irshad Manji

    Serbu Diskusi Salihara, Bos FPI Belum Baca Buku Irshad Manji

    Kronologi Pembubaran Diskusi di Salihara

    Alasan FPI Protes Diskusi Buku Salihara

    Mengapa Peserta Diskusi Salihara Ngotot Bertahan?

    Salihara Diamuk, Peserta Diskusi Menolak Pergi
    Kata Pembicara Diskusi Salihara Sebelum Diungsikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.