Hanya Busway Gas yang Boleh Lewat di Car Free Day  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga jakarta beraktivitas saat diadakannya hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jakarta, Minggu (13/5). TEMPO/Tony Hartawan

    Sejumlah warga jakarta beraktivitas saat diadakannya hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jakarta, Minggu (13/5). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada pemandangan berbeda saat bus Transjakarta melewati area Bundaran Hotel Indonesia pada saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day, Ahad 13 Mei 2012. Bus yang melintasi Jalan Sudirman hingga M.H Thamrin hari ini terlihat mengkilap seperti baru. Ada pula bus-bus gandeng yang sehari-hari tak melintasi rute tersebut.

    Rupanya armada Transjakarta pun ikut ramah lingkungan selama penyelenggaran HBKB. Seluruh armada bus di koridor I jurusan Blok M-Kota yang beroperasi merupakan bus berbahan bakar gas, bukan solar. "Karena memang target HBKB adalah meningkatkan kualitas udara, di setiap penyelenggaraannya kami hanya menggunakan bus berbahan bakar gas," tutur Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, Ahad, 13 Mei 2012.

    Menurut Pristono, sistem HBKB yang baru akan meningkatkan jumlah masyarakat yang berolahraga di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin. Sebab, mulai pekan ini, HBKB akan diselenggarakan setiap pekan dengan menutup seluruh ruas jalan Sudirman-Thamrin untuk kendaraan bermotor. Tujuannya agar masyarakat lebih nyaman dan menurunkan tingkat polusi udara. Oleh sebab itu Dinas pun menurunkan armada yang lebih ramah lingkungan.

    Pristono mengakui armada yang dimiliki koridor I merupakan bus lama yang berbahan bakar solar, sehingga selama HBKB Dinas menarik bus-bus dari koridor lain. "Sistem operasi Transjakarta kini bukan lagi berdasarkan koridor, tapi jaringan. Jadi bus bisa diambil dari koridor mana pun," tutur dia.

    Diharapkan bus yang lewat tak akan membuat polusi dan menyesakkan napas warga yang sedang berolahraga. "Yang lewat jalur itu kan hanya Transjakarta, jangan sampai menimbulkan polusi," ujarnya.

    Selain menjaga tingkat polusi udara selama HBKB, Dinas pun menurunkan 70 personel untuk mengamankan perhelatan hari tanpa asap kendaraan ini. Mereka bertugas menjaga jalur bus yang bersilangan dengan kegiatan masyarakat seperti Bundaran HI dan bundaran di dekat Monas. Sebab jalur bus di sana tidak dipisahkan oleh separator. Hanya berupa lintasan bercat merah. "Sopirnya pun sudah kami instruksikan supaya pelan-pelan sekali di kedua titik itu," katanya.

    ANGGRITA DESYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.