Kaki Bengkak, John Kei Dibawa ke RS Polri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka pembunuhan Dirut PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono, John Refra alias John Kei, tiba di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (14/5). ANTARA/Reno Esnir

    Tersangka pembunuhan Dirut PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono, John Refra alias John Kei, tiba di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (14/5). ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - John Kei, tersangka kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono, dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk berobat. John menderita sakit di kaki bagian kanan. "Sakitnya tepat di bagian luka yang dioperasi karena tertembak waktu penangkapan," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Selasa, 15 Mei 2012.

    John dikeluarkan dari tahanan Polda Metro Jaya kemudian dibawa ke RS Polri, Senin siang, 14 Mei 2012. Selain kakinya bengkak, tekanan gula darahnya juga naik.

    Rikwanto belum bisa memastikan waktu yang diperlukan untuk mengatasi sakit yang diderita John Kei. "Tergantung penanganan dari dokter. Kalau kondisinya membaik, pasti segera dibawa kembali ke tahanan," katanya.

    Polisi menetapkan John Kei, tokoh pemuda asal Maluku, sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung. Ayung ditemukan tewas dengan luka tusukan di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Januari 2012. Tiga orang tersangka, yaitu Chandra Kei, Ancola Kei, dan Tulce, datang ke Polda Metro Jaya dan mengaku sebagai pembunuh Ayung. Polisi kemudian menangkap dua tersangka lainnya, yakni Deni Res dan Kupra.

    Polisi menduga pembunuhan Ayung dilatarbelakangi oleh keinginan John Kei yang ingin memiliki saham di PT Sanex Steel. Namun kuasa hukumnya membantah dugaan tersebut.

    Hingga kini, para tersangka belum disidangkan. Sebab berkasnya masih diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Jakarta. Berkas John Kei diserahkan secara terpisah oleh Polda kepada Kejati. Sebab ia berperan sebagai tersangka utama dalam kasus ini.

    SATWIKA MOVEMENTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.