Polisi Diminta Usut Semua Pengunggah Foto Palsu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selembar foto pesawat Sukhoi Superjet-100 terlihat di antara reruntuhan pesawat yang ditemukan oleh tim relawan 37 di Puncak Salak 1, Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/5). REUTERS/Duyeh Cidahu

    Selembar foto pesawat Sukhoi Superjet-100 terlihat di antara reruntuhan pesawat yang ditemukan oleh tim relawan 37 di Puncak Salak 1, Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/5). REUTERS/Duyeh Cidahu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Yogi Samtani (YS), tersangka pengunggah foto palsu korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100, menganggap kasus yang menjerat kliennya terlalu dibesar-besarkan. "Bahkan ada nilai politisnya," kata Muhammad Yahya Rasyid saat dihubungi Tempo, Rabu 16 Mei 2012.

    Menurut dia, polisi seperti kelabakan usai anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang juga pakar telematika Roy Suryo membeberkan bukti foto palsu tersebut ke media. Dia mengakui kliennya melakukan kesalahan dengan mengunggah foto yang diduga korban Sukhoi.

    Namun, katanya, kliennya hanya mengunggah satu foto saja. Sedangkan yang beredar di masyarakat ada beberapa foto. Yahya pun meminta pihak polisi untuk adil dan objektif menangani kasus ini. Salah satunya dengan memburu pelaku penggugah foto-foto palsu serupa. "Itu kan fotonya banyak, bahkan ada foto porno seorang gadis tanpa busana yang 'nyangkut' di pohon," katanya.

    Yahya melanjutkan alasan lain dibesar-besarkannya kasus ini adalah pengakuan Yogi yang menggugah foto tersebut sebagai bentuk empati terhadap korban. Ia ingin menunjukkan bahwa kondisi korban mengenaskan sehingga kasus ini hanya berdasar kesalahpahaman saja. "Dan memang klien saya saat itu tidak mencari tahu benar tidak foto itu," katanya.

    Markas Besar Kepolisian RI menetapkan pengunggah foto palsu korban kecelakaan Sukhoi Superjet 100 sebagai tersangka. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M. Taufik mengatakan Yogi Samtani (YS) terbukti menyebarkan foto palsu tersebut.

    "Dia dikenakan Pasal 35 junto 51 ayat 1 UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Taufik pada Selasa, 15 Mei 2012 di Mabes Polri. Yogi diancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak Rp 12 miliar.

    Taufik mengatakan pemeriksaan terhadap Yogi masih terus dilakukan untuk mengetahui motifnya. "Ada satu saksi yang sudah kami periksa, yaitu ibunya," kata Taufik.

    INDRA WIJAYA


    berita terkait :

    Pengunggah Foto Palsu Sukhoi Alami Stress
    Menko Kesra Sesalkan Peredaran Foto Korban Sukhoi
    Penyebar Foto Hoax Korban Sukhoi Sudah Ketahuan
    Penyebar Foto Palsu Korban Sukhoi Serahkan Diri
    Polisi: YS, Penyebar Foto Hoax Korban Sukhoi
    Penyebar Foto Palsu Korban Sukhoi Jadi Tersangka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.