Dua Satpam IPB Tewas Ditembak Perampok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Bogor - Kawanan perampok menembak mati dua petugas Satuan Pengamanan Institut Pertanian Bogor di halaman parkir Masjid Al Hurriyah, Kompleks Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 25 Mei 2012. Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 atau menjelang salat Jumat.

    Menurut keterangan seorang jemaah masjid, Andi Gunawan, 31 tahun, perampokan sepeda motor itu menimpa seorang warga yang hendak melaksanakan salat di masjid di lingkungan kampus IPB. Aksi pelaku dipergoki dua petugas satpam, Suhardi, 46 tahun, dan Supriatna, 44 tahun.

    "Sempat terjadi adu fisik. Tiba-tiba terdengar suara letusan pistol. Saya pas baru mau masuk masjid," kata Andi saat dihubungi Tempo, Jumat siang.

    Suara letusan pistol tersebut membuat puluhan jemaah masjid terkejut. Sebagian berhamburan ke arah area parkir. "Saat itu saya lihat ada dua satpam terkapar dan berlumuran darah," katanya.

    Pelaku, kata Andi, langsung kabur. Korban pun langsung ditolong warga dan dilarikan ke RS Karya Bhakti Bogor guna mendapat pertolongan. Namun, nyawa mereka tidak bisa diselamatkan.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Dramaga Inspektur Dua Asep membenarkan peristiwa penembakan terhadap dua petugas Satpam IPB ini. "Kejadiannya sebelum salat Jumat di Masjid Al-Huriyah IPB," ujar Asep kepada wartawan.

    Kedua korban dari Karya Bhakti dibawa ke RS PMI Bogor untuk divisum. Kemudian  jenazah korban langsung dibawa ke RS Kramatjati Jakarta untuk otopsi.

    Asep belum bisa menjelaskan kronologi kejadian tersebut. "Masih dilakukan penyelidikan dan olah TKP," ujarnya.

    ARIHTA U SURBAKTI
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.