Penembak Satpam IPB Menyamar Jadi Mahasiswa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Andi Hakim Nasution kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga, Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Gedung Andi Hakim Nasution kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga, Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Bogor - Pelaku penembakan dua petugas satuan pengamanan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam aksinya diduga menyamar menjadi mahasiswa setempat. "Koboi IPB" ini tertangkap basah ketika mencuri sepeda motor Honda CBR nomor polisi BG 4338 WU di halaman Parkir B Masjid Al Hurriyyah, kompleks IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 25 Mei 2012, sekitar pukul 12.00.

    Menurut Santoso D.A., 21, tahun, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, saat peristiwa penembakan terjadi, dia sedang wudu. Jarak tempat wudu ke halaman parkir sekitar 20 meter. Semula, keributan tersebut dikira keributan antar-mahasiswa.

    "Dikira suara petasan. Terus yang ribut itu mahasiswa. Soalnya sekarang lagi ada pekan olahraga antar-fakultas," ujar Santoso saat ditemui Tempo di halaman Masjid Al Hurriyyah IPB, Jumat petang. (Lihat: Dua Satpam IPB Tewas Ditembak Perampok)

    Dia mengaku mendengar lima kali suara letusan pistol yang tidak terlalu keras. Setelah itu, saksi langsung lari menuju halaman parkir. Saat itu Santoso melihat dua korban sudah terkapar di atas lantai paving blok. Awalnya, ia tidak mengira korban adalah satpam.

    "Satu korban berbaju kotak-kotak biru dalam posisi telentang dan satu lagi pakai baju batik merah telungkup," kata Santoso.

    Santoso menambahkan, pelaku berjumlah empat orang dengan berboncengan di dua sepeda motor. Untuk memuluskan aksinya, pelaku menyamar menjadi mahasiswa IPB, "Pakai jaket dan bawa tas gendong seperti mahasiswa umumnya."

    ARIHTA U SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara