Penabrak Bundaran HI Positif HIV/AIDS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. personalinjuryweekly.com

    Ilustrasi. personalinjuryweekly.com

    TEMPO.CO, Jakarta:  Kepolisian Daerah Metro Jaya resmi memeriksakan tersangka penabrak tiga orang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Dharshan Sutrisna, 31 tahun, ke rumah sakit. “Dia kami bantarkan, karena terkena virus HIV,” kata juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Sabtu 11 Agustus 2012.

    Kendati sedang menjalani pengobatan, penyidik tetap akan meneruskan proses pemberkasan perkaranya. Rikwanto menyatakan dalam waktu dekat, berkas perkara Dharsan bakal dilimpahkan ke pengadilan. "Semoga pekan depan sudah selesai," katanya.

    Dharshan merupakan pengemudi mobil Mercedes Benz yang menabrak tiga orang di Bundaran Hotel Indonesia, pada Senin 23 Juli 2012 lalu. Dari hasil pemeriksaan tes urine dan darah, Dharshan positif menggunakan narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu.

    Tidak hanya mengonsumsi narkoba, Dharshan juga berada dalam kondisi mabuk saat menggendarai mobil Mercy bernomor polisi B-1201-BAD. Atas kelalaiannya, polisi menjerat Darshan dengan Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 310 dan 311. Ia juga dijerat dengan pasal 281 lantaran tidak memiliki surat izin mengemudi.

    ADITYA BUDIMAN

    Berita Terpopuler:
    Rhoma Irama Ancam Penyebar Ceramahnya

    Rhoma Irama Dicekal MNC Grup?

    Lolos Uji Emisi, Mobil Esemka Siap Produksi

    Rhoma Irama Bakal Gugat Penyebar Isi Ceramah SARA

    2014, Rakyat Bisa Pilih Kalla, Prabowo, Mahfud atau Dahlan

    Panwaslu Lindungi Pelapor dari Gugatan Rhoma

    Seberapa Penting Luna Maya Bagi Ariel

    RCTI Bantah Cekal Rhoma Irama

    Bakal Diadukan Jokowi-Ahok, Rhoma Bungkam

    MNC Juga Bantah Mencekal Rhoma


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.