Ditinggal PKS, Jokowi Pasrah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/8). Tempo/Aditia Noviansyah

    Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/8). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), mengaku pasrah menyikapi keputusan Partai Keadilan Sosial (PKS) yang memberikan dukungan suaranya bagi calon inkumben, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

    "Ya, namanya kita sudah berikhtiar, sudah berusaha, tapi kalau keputusannya sudah ke sana, ya mau bagaimana. Apa mau nangis?" Kata Jokowi pada Tempo di di Hotel Atlet Century, Sabtu, 11 Agustus 2012.

    Jokowi mengaku, sepekan terakhir, intensif berkomunikasi dengan pimpinan PKS. Pekan lalu, misalnya, Jokowi menyambangi markas PKS untuk bertemu dengan Presiden PKS Luthfie Hasan. Keduanya mengaku melakukan pembicaraan mengenai koalisi.

    Jokowi mengaku mendiskusikan banyak hal dengan petinggi PKS. Ketika ditanya apakah ada permintaan dana atau bantuan tertentu dari PKS, Jokowi menampik. "Wah, tidak ada. Dana dari mana saya?" katanya.

    ANANDA W. TERESIA

    Berita Terpopuler:
    Rhoma Irama Ancam Penyebar Ceramahnya

    Rhoma Irama Dicekal MNC Grup?

    Lolos Uji Emisi, Mobil Esemka Siap Produksi

    Rhoma Irama Bakal Gugat Penyebar Isi Ceramah SARA

    2014, Rakyat Bisa Pilih Kalla, Prabowo, Mahfud atau Dahlan

    Panwaslu Lindungi Pelapor dari Gugatan Rhoma

    Seberapa Penting Luna Maya Bagi Ariel

    RCTI Bantah Cekal Rhoma Irama

    Bakal Diadukan Jokowi-Ahok, Rhoma Bungkam

    MNC Juga Bantah Mencekal Rhoma


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.