Gara-gara Ustad Nikahi Santriwati,10 Orang Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melihat kondisi Pondok Pesantren Mashadul Al Mustatobah yang rusak diamuk massa pada hari Minggu (26/8) malam di Kampung Curug, Sawangan, Depok, Jabar, Senin (27/8). ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Seorang warga melihat kondisi Pondok Pesantren Mashadul Al Mustatobah yang rusak diamuk massa pada hari Minggu (26/8) malam di Kampung Curug, Sawangan, Depok, Jabar, Senin (27/8). ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Depok - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Depok menahan sepuluh orang tersangka penyerangan Pondok Pesantren Mashadul Al Mustatobah. Mereka diduga melakukan perusakan dan pembakaran terhadap pesantren yang berlokasi di Kelurahan Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Ahad kemarin, 26 Agustus 2012.

    "Sembilan tersangka adalah anak di bawah umur dan satu orang dewasa," kata Kepala Polresta Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni kepada wartawan di Markas Polresta Depok, Selasa, 28 Agustus 2012.

    Perusakan di pondok pesantren ini dipicu pernikahan siri antara pemilik pondok pesantren, Ustad Fauzan Azim Gazali, dengan santrinya sendiri, Miftahul Jannah, 19 tahun, pada 2009 lalu.

    Orang tua Miftahul dikabarkan tidak terima anaknya telah dinikahi oleh guru agamanya itu tanpa sepengetahuan mereka.

    Sepuluh tersangka itu adalah EL, 17 tahun, MR (16), DS (17), AS (15), MJ (15), MN (14), IG (17), FR (18), MF (16), dan K (21). "Tiga di antaranya masih sekolah," kata Mulyadi.

    Menurut Mulyadi, semua tersangka itu adalah pelaku yang ikut melakukan perusakan. Mereka melempar batu dan memecahkan kaca. Namun, hingga kini polisi belum menemukan otak dari penyerangan tersebut. "Kami masih terus melakukan pengembangan," katanya.

    Selain sepuluh tersangka yang sudah ditahan, Mulyadi menambahkan, masih mengejar empat nama yang sudah dewasa. "Mereka masuk Daftar Pencarian Orang karena diduga menjadi dalang perusakan," ujarnya.

    Menurut Mulyadi, dalam pemeriksaan, anak-anak yang menjadi tersangka ini mengaku tidak tahu akar masalahnya. "Mereka hanya ikut meramaikan saja," ujarnya. Sepuluh tersangka itu dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang perusakan dengan ancaman 5 tahun penjara.

    ILHAM TIRTA

    Berita terpopuler lainnya:
    Kiai Nikahi Santri tanpa Wali, Pesantren Diamuk
    Polisi Bekuk 3 Tersangka Penyerang Pesantren Depok
    Mantan Gubernur Ini Akhirnya Nikahi Selingkuhannya
    ''Baju Kotak'' Jokowi Dijual di Mobil-mobil

    Tomy Winata: Konflik Paulus Bukan dengan Andi

    Bercinta dengan Pasien, Perawat Ini Diskors

    Tommy Winata: Saya Menengahi, Paulus Ajak Damai

    Tewas Saat Berfoto dengan Gaun Pengantin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.