Keluarga Korban Akan Gugat Afriyani Secara Perdata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban tabrakan Tugu Tani berteriak-teriak dan memaki Afriyani saat hendak keluar dari persidangan, Rabu (29/8). TEMPO/Tony Hartawan

    Keluarga korban tabrakan Tugu Tani berteriak-teriak dan memaki Afriyani saat hendak keluar dari persidangan, Rabu (29/8). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga korban penabrakan di Tugu Tani berencana menggugat terdakwa Afriyani secara perdata. "Kami akan gugat perdata karena keluarga korban merugi secara material," ujar kuasa hukum keluarga korban, Bernard Jungjungan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 29 Agustus 2012.

    Ia mengatakan gugatan tersebut dilayangkan untuk memuaskan keluarga korban yang kecewa dengan vonis pidana Afriyani. Hari ini, Afriyani hanya dijatuhi hukuman penjara 15 tahun, lebih rendah dari tuntutan jaksa, 20 tahun. Sementara nilai gugatan belum ditetapkan oleh pihak keluarga korban.

    "Gugatan perdata ini dilakukan karena dalam kasus pidananya ini kami pasif, itu urusan kejaksaan," ujar Bernard. Ia menyatakan tak akan mengintervensi sikap kejaksaan yang telah menyatakan pikir-pikir atas vonis ini.

    Meski kecewa, ia meminta keluarga agar menghormati putusan hakim. Sembari menunggu putusan yang berkekuatan hukum tetap, ia menyatakan akan terus berupaya dengan berbagai cara untuk memberi keadilan pada keluarga korban. Salah satu caranya adalah dengan mengajukan gugatan perdata.

    ADVERTISEMENT

    Tak semua keluarga rupanya bisa menahan sikap atas putusan ini. Beberapa warga dengan beringas berusaha menyerbu pihak Afriyani dan pengacaranya seusai sidang. Mereka tak puas atas vonis dan persidangan yang disebut mereka bertele-tele karena kerap terjadi penundaan ini.

    "Bakal kami kejar sampai Pondok Bambu," ujar Asep, warga Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Adiknya, M. Akbar, menjadi salah satu korban dalam tragedi ini. Ia mengajak kerabat korban lain untuk mengikutinya menuntut keadilan di tempat Afriyani ditahan. "Kita serang bareng-bareng ke sana," ujarnya penuh emosi.

    M. ANDI PERDANA

    Berita terpopuler lainnya:
    Curhat Polisi Soal Tragedi Syiah di Sampang
    Menteri Lingkungan Imbau Pria Pipis Sambil Duduk

    Dahlan: Tidak Ada yang Mau Beli Djakarta Lloyd

    Sipilis Jangkiti Para Aktor Film Porno AS

    NU: Syiah Tidak Sesat, Hanya Berbeda

    ''R'', Si Provokator Penyerangan Syiah di Sampang

    Drogba-Anelka Terancam Dilego Shanghai Shenhua

    SBY Pidato, Anak-Anak Tidur

    La Nyalla Tantang AFC

    Biaya Hidup Putin Rp 20 Triliun per Tahun


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.