Anak Buah Keyko: Karyawan Sampai Perawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yunita alias Keyko, (tengah) 34 tahun , saat berada di Mapolrestabes Surabaya dalam gelar barang bukti ribuan wanita yang menjadi anak buahnya. Senin (9/10). TEMPO/Fully Syafi

    Yunita alias Keyko, (tengah) 34 tahun , saat berada di Mapolrestabes Surabaya dalam gelar barang bukti ribuan wanita yang menjadi anak buahnya. Senin (9/10). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir Agustus lalu, Polda Jawa Timur berhasil membongkar jaringan pekerja seks komersial kelas tinggi. Kisah penyidikannya dimuat di majalah Tempo edisi pekan ini, 24 September 2012. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

    Bisnis esek-esek Keyko sudah amat terkenal di Surabaya. Para lelaki hidung belang tahu persis bagaimana menghubungi perempuan ini dan menyewa jasa hiburannya. Rahasia kesuksesan Keyko adalah kemampuannya menghimpun para perempuan muda dari berbagai profesi untuk menjajakan diri pada klien-klien terpilih.

    Pekan lalu, seorang sumber Tempo menunjukkan puluhan file foto koleksi milik Keyko. Dari file itu, tampak bahwa Keyko sangat rapi menyusun daftar ”anak asuh”-nya itu. Setiap file foto diberi nama sesuai dengan nama si pelacur, lokasi, dan tarifnya. Kebanyakan berasal dari Surabaya, Bandung, Malang, dan Semarang. Di sana tercantum tarif mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 15 juta. Seorang penyelidik kepada Tempo menyatakan angka itu juga diakui Keyko saat ia diinterogasi.

    Penampilan para perempuan dalam file Keyko itu memang bisa membuat darah pria berdesir. Wajah mereka tak kalah cantik dibanding artis sinetron yang kerap muncul di layar televisi. Rambut terawat segar dan baju yang dikenakan terlihat mewah. Sebagian berpose seperti sengaja menampilkan dada mereka yang busung.

    Seorang penyidik telah mengidentifikasi sebagian foto para pelacur itu. Usia mereka 19-23 tahun. Kebanyakan masih berstatus mahasiswa dan karyawan berbagai perusahaan, termasuk bank swasta. Beberapa foto bahkan menunjukkan si pelacur berada di Hollywood dan sedang berada di limusin.

    Tempo juga menemukan seorang pelacur yang masih mengenakan baju perawat sebuah rumah sakit di Surabaya. “Jadi, profesi sampingan mereka itu menjual diri dengan masuk jaringan Nita (Yunita atau Keyko),” kata sumber Tempo.

    Kepada penyidik, Keyko mengaku tak perlu repot merekrut para pelacur itu. Kebanyakan dari mereka justru menawarkan diri kepada sejumlah germo untuk mencari uang tambahan demi menutupi gaya hidup mewah mereka. Beberapa di antaranya ada yang langsung datang kepada Keyko.

    MUSTAFA SILALAHI | KUKUH SW


    Berita Terpopuler:
    Penghasilan Bisnis Haram Keyko Rp 25 Juta per Hari 

    Pejabat Jawa Timur Panas-Dingin Pasca-Kasus Keyko

    Anak Buah Keyko: Karyawan Sampai Perawat 

    Sandi Facebook untuk Menyewa Anak Buah Keyko 

    Jaringan Pelacur Keyko Terbongkar dari Malang

    Bisnis Haram Keyko Berawal Dari Agensi Model
    Tujuh Polwan Pernah Menyamar Jadi Pelacur Keyko  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?