Penghasilan Bisnis Haram Keyko Rp 25 Juta per Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan foto wanita panggilan yang menjadi anak buah Keyko saat gelar barang bukti di Mapolrestabes  Surabaya, (9/10). TEMPO/Fully Syafi

    Ratusan foto wanita panggilan yang menjadi anak buah Keyko saat gelar barang bukti di Mapolrestabes Surabaya, (9/10). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir Agustus lalu, Polda Jawa Timur berhasil membongkar jaringan pekerja seks komersial kelas tinggi. Kisah penyidikannya dimuat di majalah Tempo edisi pekan ini, 24 September 2012. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

    Sebelum ditangkap polisi, Keyko hidup mewah dari penghasilannya sebagai germo papan atas. Penghasilan Keyko sendiri murni berasal dari kutipan jasa anak buahnya. Dia memang mengendalikan semua transaksi sebelum membagi honor untuk perempuan yang bekerja pada jaringannya.

    Ketika seorang pelanggan menghubungi Keyko lewat BlackBerry, biasanya si klien sudah memesan siapa perempuan yang dia inginkan. Keyko lantas mengontak germonya sesuai dengan kota tempat pemesan berada. Setelah dipastikan pelacur yang dipesan tersedia, klien diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening Bank Central Asia milik Keyko.

    Meski berperan sebagai bos, Keyko ternyata hanya mengambil Rp 500 ribu dari setiap transaksi. Sisanya, dia kirim langsung pada pelacur dan germo yang mengatur jaringannya di kota itu. “Setelah ada uang, baru pelacur itu melayani pelanggan,” kata sumber Tempo. Polisi memperkirakan pendapatan Keyko dari ”bisnis” ini per hari tak kurang dari Rp 25 juta.

    MUSTAFA SILALAHI | AGUS SUP | KUKUH SW

    Berita Terpopuler:
    Penghasilan Bisnis Haram Keyko Rp 25 Juta per Hari 

    Pejabat Jawa Timur Panas-Dingin Pasca-Kasus Keyko

    Anak Buah Keyko: Karyawan Sampai Perawat 

    Sandi Facebook untuk Menyewa Anak Buah Keyko 

    Jaringan Pelacur Keyko Terbongkar dari Malang

    Bisnis Haram Keyko Berawal Dari Agensi Model
    Tujuh Polwan Pernah Menyamar Jadi Pelacur Keyko  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.