Pemuda Pancasila Geruduk Kantor Radar Bogor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu pimpinan Harian Radar Bogor ,Fatur S Kanday (tengah), dikeroyok Massa pemuda Pancasila (PP) saat melakukan aksi demo di kantor redaksi Radar Bogor, Kota Bogor, Jabar, Senin (8/10). ANTARA/Jafkhairi

    Salah satu pimpinan Harian Radar Bogor ,Fatur S Kanday (tengah), dikeroyok Massa pemuda Pancasila (PP) saat melakukan aksi demo di kantor redaksi Radar Bogor, Kota Bogor, Jabar, Senin (8/10). ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Bogor - Sedikitnya 500 anggota Pemuda Pancasila Bogor menggeruduk kantor surat kabar Radar Bogor di Gedung Graha Pena, Jalan Abdullah bin Nuh, Taman Yasmin, Bogor Barat, Bogor, Jawa Barat, Senin, 8 Oktober 2012. Massa berseragam loreng oranye itu melakukan protes menyusul pemberitaan berjudul "Dunia Mengecam Pemuda Pancasila" pada edisi Senin, 1 Oktober 2012.

    Ketua Majelis Pertimbangan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bogor, M Beninu Argoebie, menilai pemberitaan tersebut sangat tendensius dan tidak sesuai fakta. Pemberitaan dpandang manipulatif, menyesatkan, dan sudah mengarahkan opini publik. Apalagi, berita dimuat di headline di koran lokal Group Jawa Pos ini.

    "Kami menolak hak jawab. Bukan kami tidak tahu Undang-Undang Pokok Pers, namun kami paham ada yang salah dengan pemberitaan Radar Bogor itu," kata Beninu yang memimpin aksi demo tersebut.

    Dia menuding Radar Bogor telah kebablasan dalam penayangkan berita. Dewan redaksi dinilai tidak menyajikan fakta, tapi lebih suka membuat berita tendensius dan sensasional. Pemuda Pancasila , kata dia, tidak menyalahkan Radar Bogor, namun hanya menuntut pertanggungjawaban Pememimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana dan Redaktur Radar Bogor. "Karena telah dizolimi, maka kami menuntut pimpinannya meminta maaf."

    Perwakilan Pimpinan Radar Bogor, Nihrawati AS menyampaikan permohonan maaf, terlebih jika pemberitaan Radar Bogor edisi Senin lalu itu telah melukai hati dan perasaan Ormas Pemuda Pancasila. "Kami atas nama perwakilan pimpinan Radar Bogor minta maaf," ujar Nihrawati yang berdiri di belakang barikade polisi.

    Aksi demo bermula dari film "The Act of Killing" yang diputar di Festival Film Toronto. Film ini bercerita tentang situasi pasca Gerakan 30 September 1965. Pada film tersebut digambarkan pembunuhan terhadap sejumlah anggota PKI yang dilakukan para pemuda di Medan, termasuk oleh anggota Pemuda Pancasila.

    Demo berakhir setelah adanya kesepakatan antara pimpinan Radar Bogor dan Ketua MPC Pemuda Pancasila, Beninu. Semula Pemuda Pancasila meminta lima butir, di mana salah satunya Radar Bogor harus meminta maaf di koran regional, namun setelah negoisasi disepakati, hanya di Radar Bogor dan koran regional. Sedangkana permintaan maaf di koran nasional diganti dengan pemberitaan kegiatan Pemuda Pancasila selama satu bulan di Radar Bogor dengan ukuran seperempat halaman.

    Unjuk rasa sempat memanas, ketika salah satu pimpinan di Radar Bogor, Faturachman S Kanday, hendak menuju mobil massa. Tiba-tiba terjadi kericuhan. Faturachman dan massa sempat saling dorong. Situasi mereda, setelah Ketua MPC Pemuda Pancasila turun dari mobil dan meminta anggotanya duduk.

    Kepolisian Resor Bogor Kota mengerahkan sebanyak 150 personil untuk mengamankan aksi demo yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga pukul 17.00 itu.

    ARIHTA U SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.