Wartawati Edarkan Narkotika 2,6 Kilogram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tersangka dan barang bukti penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dihadirkan saat keterangan pers di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta, Senin (29/10). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Sejumlah tersangka dan barang bukti penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dihadirkan saat keterangan pers di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta, Senin (29/10). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta-Badan Narkotika Nasional menggulung tiga perempuan kawanan pengedar narkotika. Satu diantaranya terungkap bekerja sebagai wartawati.

    "Salah satu pelaku berprofesi sebagai wartawan yang masih berstatus calon reporter,” kata Deputi Pemberantasan Narkoba di Badan Narkotika Nasional, Benny J. Mamoto, dalam konferensi pers di Kantor BNN, Selasa 13 November 2012. “Ini tentu mengingatkan masalah narkoba bisa ke profesi mana pun."

    Perempuan itu berinisial AC. Dia ditangkap saat bertransaksi narkoba seberat 2,6 kilogram di dalam taksi di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 5 November 2012. AC menyisipkan narkoba itu dalam sebuah bantal guling dalam tas besar.

    AC menyerahkan guling itu kepada A dalam taksi yang dikendarai suaminya sendiri, BD. “Dia yang meski hanya mengantarkan isterinya juga kami tangkap,” kata Benny.

    Berdasarkan pemeriksaan terhadap AC, petugas BNN membuntuti seorang perempuan lagi, berinisial M, di kawasan Pasar Raya Manggarai. Pembuntutan terhadap M ternyata berujung ke sebuah mobil berwarna silver.

    Mobil tersebut dikemudikan warga asal Afrika berinisial Nl alias F. "Saat hendak ditangkap F berusaha kabur dan menabrak petugas, tapi berhasil dihentikan dengan cara ditembak kakinya.”

    Belakangan terungkap sang wartawati dalam pengaruh langsung dari jaringan pengedar asal Afrika ini.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.