Video Rapat Basuki 'Ahok' Ternyata Bikin Gerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bertemu dan berdialog dengan para buruh yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Rabu (24/10). TEMPO/Tony Hartawan

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bertemu dan berdialog dengan para buruh yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Rabu (24/10). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Andrinof A. Chaniago, berpendapat langkah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengizinkan stafnya mengunggah video rapat ke Youtube akan membuat "panas" segelintir kalangan, terutama kelompok yang berkepentingan. "Mereka yang kelabakan adalah yang punya kepentingan dalam sebuah proyek," kata Andrinof ketika dihubungi Tempo, Rabu, 14 November 2012.

    Dalam video rapat Basuki dan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta yang diunggah ke Youtube itu, Basuki meminta Dinas Pekerjaan Umum memangkas pagu anggaran proyek pembangunan jembatan untuk tahun depan hingga 25 persen. Jika tidak dipangkas, kata Basuki, proyek itu akan dihapus dan dia akan membangun jembatan dengan uang operasional Wakil Gubernur.

    Tak hanya itu. Basuki juga mengancam akan membongkar semua kasus lama jika dia bisa mendapat proyek lebih murah dibanding harga yang dianggarkan Dinas Pekerjaan Umum. “Kalau saya bisa dapat lebih murah, kalian semua akan saya bawa ke KPK,” kata Basuki, dalam rapat hari Kamis, 8 November 2012 lalu.

    Menurut Andrinof, langkah Basuki ini dari segi komunikasi politik justru merupakan sebuah terobosan dalam era keterbukaan. Masyarakat akan lebih tahu bagaimana sebuah kebijakan dirumuskan sehingga bisa diawasi bersama. Sedangkan mereka yang merasa terganggu kepentingannya akan memikirkan seribu cara agar tetap terwujud. "Basuki harus berani melawan hal-hal semacam ini," kata dia.

    Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, Ade Armando, mengatakan langkah Basuki ini juga akan memunculkan dukungan dari masyarakat umum. "Meskipun ada penentang yang kebanyakan berkepentingan tapi dukungan masyarakat lebih kuat," kata dia.

    Langkah mengunggah video rapat ini, kata dia, merupakan sebuah komunikasi massal dengan publik yang cukup efektif. “Masyarakat juga bisa melihat bagaimana kinerja dari pemimpin yang mereka pilih,” katanya.

    SYAILENDRA


    Berita terkait
    Ahok Minta Wapres Boediono Pangkas Tender Boros
    Video Rapat Diunggah, PU Tak Masalah Dimarahi Ahok
    Basuki ''Ahok'': Saya Bukan Customer Service 
    Basuki: Kartu Sehat Bisa Dinikmati Seluruh Warga
    Masyarakat Tak Puas Pelayanan Publik di Solo 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H