Ini Lokasi Ganjil-Genap Ala Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di jalan protokol Sudirman - MH Thamrin, Jakarta, Rabu (5/12). ANTARA/Dhoni Setiawan

    Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di jalan protokol Sudirman - MH Thamrin, Jakarta, Rabu (5/12). ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO , Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menetapkan sejumlah jalur yang akan menjadi titik pemberlakuan aturan pembatasan kendaraan. Aturan tersebut diberlakukan dengan mekanisme klasifikasi pelat nomor ganjil-genap. Lihat juga: Ganjil-Genap Ala Jokowi Bakal Diawasi CCTV

    Di titik-titik yang telah ditentukan ini, kendaraan bernomor akhir genap dan ganjil boleh berjalan selang sehari di jalur yang ditentukan. "Aturan ini tidak berlaku pada akhir pekan dan hari libur nasional," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, kepada Tempo, Minggu malam, 9 Desember 2012.

    Pristono memberikan bahan kajian tentang aturan tersebut. Di dalamnya terdapat rincian jalur yang ditentukan dalam program pembatasan kendaraan plat ganjil-genap ini.

    Jalur-jalur tersebut antara lain:
    - Koridor three in one yang telah berlaku sepanjang Blok M hingga Kota dan Jalan Gatot Soebroto, ditambah Jalan Rasuna Said.
    - Sejumlah koridor timur-barat yang dilalui Transjakarta.
    - Jalan Sultan Agung yang melintang dari Karet hingga Manggarai dilanjut hingga Jalan Pramuka.
    - Membentang ke timur hingga Cempaka Putih, mulai Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Jenderal Suprapto serta di sebelah barat
    - Jalan Kyai Tapa dan KH Hasyim Anshari yang menghubungkan Grogol dengan Harmoni

    Terakhir, dua jalur bujur yang membelah Jakarta dari utara ke selatan juga terkena dampak, yaitu:

    - Jalan Gunung Sahari, Kramat Raya, Salemba, Jatinegara, hingga ke Cawang.
    - Jalur Cideng, Mas Mansyur. yang melintasi Tanah Abang, lanjut ke Jalan Prof Dr. Satrio dan Cassablanca hingga mentok di Kampung Melayu

    Ada lima alasan penentuan lokasi-lokasi ini sebagai titik penerapan kebijakan pelat ganjil-genap. Menurut Pristono, alasan pertama adalah volume lalu lintas yang tinggi. Lalu, di sekitar wilayah ini masih banyak rute alternatif, termasuk jalan tol. Ketiga, wilayah-wilayah ini masuk kategori pusat aktivitas kota.

    Pembatasan di wilayah ini juga dianggap efektif terhadap manajemen permintaan trasportasi. Terakhir, titik-titik sentral ini dibatasi aktivitas lalu lintasnya demi pemerataan pembangunan di daerah lain.

    Aturan ini rencananya akan diberlakukan mulai Maret 2013. Di jalur-jalur tersebut secara bergantian, kendaraan bermotor dengan pelat ganjil-genap akan dilarang melintas pada pukul 06.00-20.00 WIB.

    M. ANDI PERDANA

    Terpopuler:
    Kemenangan Zaki Ubah Peta Politik Keluarga Atut 

    Ditemukan Daging Sapi ''Jadi-jadian'' di Kebayoran 

    Tips Lepas dari Aturan Ganjil-Genap Jokowi

    Hamil 9 Bulan, Dokter Cantik Tusuk Perut Sendiri

    Demam Jokowi Tak Mempan di Tangerang

    Ini Faktor Kemenangan Zaki-Hermansyah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.