Gadis Diduga Diperkosa, Kini Koma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    TEMPO.CO , Jakarta:Seorang gadis berinisial RI, 11 tahun, menderita luka di bagian vagina, akibat kekerasan. Dokter belum bisa memastikan apakah luka tersebut akibat pemerkosaan. Yang jelas RI kini terbaring tak berdaya, koma, di RS Persahabatan.

    "Kami belum bisa menilai dan belum bisa memberikan keterangan, nanti ada visum dulu dan penjelasan menunggu pihak kepolisian," kata Ketua Komite Medis RS Persahabatan, M Iqbal kepada wartawan di RSUP, Kamis, 3 Januari 2013.

    Menurutnya, saat ini pihaknya lebih fokus kepada perawatan dan pengobatan RI. "Kami hanya merawat, saya menghindari kejangnya, karena kalau kejang terus dapat merusak otak juga. Saat ini intensitas kejang sudah turun," katanya. Kondisi RI masih koma.

    Direktur Utama RS Persahabatan Priyanti mengatakan RI tiba di rumah sakit pada 29 Desember 2012, sekitar pukul 10.00 pagi. Kondisinya setengah sadar, panas tinggi, dan kejang. Saat itu RI langsung dibawa ke IGD dan ditangani pihak dokter anak. "Saat dikasih obat anti kejang yang dimasukan melalui dubur, disitu diketahui ada luka di vagina pasien," ujarnya.

    Mengetahui itu, dokter langsung membawa RI ke ICU. Menurut Priyanti, saat ini keadaan RI belum membaik. Pernapasan RI juga masih dibantu dengan alat bantu pernapasan. "Kami akan berusaha semaksimal mungkin menyembuhkan pasien dan kami tidak akan membebani biaya kepada keluarga pasien," kata Priyanti.

    Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menduga RI mengalami kekerasan seksual. "Saya mencurigai, anak (RI) ini mengalami kekerasan seksual," kata Arist. Komnas PA akan membuat laporan dan memberikan keterangan ke Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, agar dapat melakukan visum kepada RI.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.