Mengiklankan Penjualan Bayi, Toko Bagus Kena Sanksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toko Bagus.com

    Toko Bagus.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia, M.Ihsan, mengatakan bahwa pihaknya beranggapan Tokobagus.com harus bertanggung jawab terhadap kasus munculnya iklan perdagangan bayi di portal mereka.

    "Kalau menurut kami, tak hanya penjual saja yang harus bertanggung jawab, tetapi pemilik situs juga," ujar Ihsan saat dihubungi Tempo, Sabtu, 5 Januari 2013.

    Sebagaimana telah diberitakan, Tokobagus.com ketahuan mengiklankan perdagangan dua bayi dengan nilai masing masing Rp 10 juta. Pada perdagangan yang lengkap dengan foto sang bayi itu, dikatakan keduanya berusia 18 bulan.

    Iklan yang dimuat atas akun bernama Farkhan itu muncul pada akhir tahun 2012. Namun, memasuki awal Januari 2013, iklan penjualan itu telah ditarik sehingga tak bisa diakses.

    Kembali ke Ihsan, ia mengatakan Toko Bagus patut bertanggung jawab karena mereka lalai dalam mengkontrol barang dagangannya. Jika Toko Bagus adalah toko online yang profesional, seharusnya kejadian penjualan bayi ini bisa dicegah.

    Ihsan menambahkan, posisi Toko Bagus dalam kasus ini mirip seperti orang yang tanpa sengaja menadah atau menerima barang curian. Meski tak tahu bahwa barang yang diterima adalah ilegal, mereka tetap dihitung bersalah, meski hukumannya tak seberat pelaku kriminal utamanya.

    "Jadi, meski Toko Bagus menghindar dengan berkata mereka tak menyadari bahwa iklan milik Farkhan itu memperdagangkan bayi, tetap saja hitungannya mereka bersalah dan terlibat dalam perdagangan," Ihsan menegaskan.

    Terakhir, Ihsan berkata bentuk pertanggungjawaban itu bisa berupa sanksi. Adapun sanksi ditentukan berdasarkan UU Perdagangan Manusia ataupun UU Perlindungan Anak. Tanpa sanksi, kata Ihsan, diragukan Toko Bagus akan belajar dari kesalahannya.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.