Komnas Anak Bentuk Tim Investigasi Pemerkosaan RI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • studlife.com

    studlife.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak telah membentuk tim investigator untuk menyelidiki adanya dugaan pemerkosaan terhadap siswa SD Negeri 22 Petang, Pulogebang berinisial RI, 11 tahun. Menurut Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, tim ini bertugas menginvestigasi langsung lingkungan tempat tinggal dan sekolah RI.

    "Mulai kemarin kami telah turunkan tim investigator untuk mengetahui kebenaran dugaan pemerkosaan terhadap korban," kata Arist kepada Tempo, Sabtu, 5 Januari 2013. Tim, kata Arist, juga akan mengunjungi teman-teman RI untuk menanyakan kebenaran adanya guru yang suka mencium siswa.

    Sebelumnya, Arist menduga RI mengalami kekerasan seksual. "Saya mencurigai anak (RI) ini mengalami kekerasan seksual," kata Arist.

    Kamis sore, 3 Januari, Komnas PA mendampingi keluarga RI untuk membuat laporan dan memberikan keterangan ke Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, agar dapat melakukan visum kepada RI. "Unit PPA dari Polres Jakarta Timur sudah menindaklanjuti dengan mendatangi korban dan meminta keterangan dari pihak RS Persahabatan," kata Arist.

    RI, yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 5, saat ini masih terbaring koma di ruang ICU Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan. RI menderita luka di bagian vagina, yang diduga akibat mengalami kekerasan seksual. RI terbaring koma sejak 29 Desember 2012 dan hingga kini belum sadar.

    Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Persahabatan, dr Tri Hesty Widyastuti, menambahkan, saat ini RI dalam keadaan sakit berat dan dipakaikan alat bantu pernapasan. "Panas masih tinggi, tapi kejang sudah tidak ada lagi, dan korban masih kritis (koma)," kata Tri.

    Sementara, dokter spesialis Anak, dr Emma Nuhaema, mengatakan RI juga mengalami infeksi atau radang otak. Namun, ia belum bisa memastikan apakah infeksi otak disebabkan kejang atau infeksi di vaginanya.

    "Kami sudah lakukan pemeriksaan CT scan dan ternyata ada infeksi otak, karena kejang atau bisa dicurigai mungkin dari luka (di kemaluannya) itu," ujarnya, dalam konferensi pers di RSUP Persahabatan, Jumat, 4 Januari 2013.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.