Sopir BMW Maut Dijaga Ketat di Rumah Sakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan mengambil gambar mobil BMW X5 yang dikemudikan Muhammad Rasyid Amrullah di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, (2/1). TEMPO/Tony Hartawan

    Wartawan mengambil gambar mobil BMW X5 yang dikemudikan Muhammad Rasyid Amrullah di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, (2/1). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sopir BMW yang menubruk mobil Daihatsu Luxio pada Selasa pagi, 1 Januari 2013 lalu, Muhammad Rasyid Amirullah, kini masih dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

    Di rumah sakit itu, putra bungsu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa ini menjalani perawatan karena shock. Sopir BMW maut itu dirawat di Presidential Suite lantai 5. Dokter menyatakan tersangka kasus kecelakaan lalu lintas ini tengah mengalami gangguan kejiwaan.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, pengamanan di rumah sakit itu tak seperti biasanya. Dari lantai dasar, sudah tampak beberapa penjaga di depan pintu lift. Penjaga yang mengaku bernama Slamet itu mengatakan ia bukan petugas pengamanan Rumah Sakit Pusat Pertamina.

    "Saya bukan dari sini (RSPP). Saya berjaga untuk keamanan dan kesembuhan pasien," ujarnya, tanpa menyebutkan pasien yang dimaksud, Sabtu, 5 Januari 2013.

    Ketika naik ke lantai 5, bangsal Presidential Suite tampak sangat tenang. Hanya ada beberapa pengunjung dan perawat yang hilir mudik. Ketika menuju President Suite B yang terletak di ujung lorong, penjagaan terlihat lebih ketat.

    Di sana, ada dua petugas keamanan yang berjaga dengan mengenakan baju safari berwarna hijau tua. Setiap orang yang hendak melewati lorong itu "diinterogasi" dengan menanyakan hendak membesuk siapa.

    Ketika Tempo menanyakan soal Rasyid Amrullah kepada perawat, dia mengelak. "Saya sudah ditunggu pasien," kata perawat itu sambil berlalu. Hingga kini belum banyak informasi soal kondisi Rasyid Rajasa.

    Humas Rumah Sakit Pusat Pertamina, Yulita, mengatakan kondisi kesehatan Rasyid belum banyak perkembangan. "Masih sama (kondisinya)," ujar Yulita.

    ATMI PERTIWI

    Berita terpopuler lainnya:
    Kompolnas: Polisi Istimewakan Anak Hatta RajasaRizal Mallarangeng Berpesan untuk Dahlan Ishkan
    Dahlan Iskan Tidak Acuhkan Rencana Pelaporan Danet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.