Kasus RI, Polisi Curigai Dua Saksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, memeluk AR kakak kandung RI disela-sela kunjungan ke rumah RI korban terduga pemerkosaan di Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (9/1) Pagi. (Dok Humas KPPPA)

    Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, memeluk AR kakak kandung RI disela-sela kunjungan ke rumah RI korban terduga pemerkosaan di Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (9/1) Pagi. (Dok Humas KPPPA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur telah memeriksa 19 saksi terkait dengan kasus dugaan tindak kekerasan seksual terhadap RI, 11 tahun. Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Mulyadi Kaharni, mengatakan, saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dari 19 saksi tersebut.

    "Masih ada tiga saksi yang kami periksa. Termasuk dua saksi khusus (yang dicurigai)," kata Mulyadi di Mapolres Jakarta Timur, Sabtu, 12 Januari 2013.

    Menurut dia, satu saksi tersebut dipanggil dan diperiksa kembali terkait dengan keterangan yang disampaikan oleh dua saksi khusus tersebut. "Prinsipnya, kami masih memeriksa dan mendalami. Satu saksi sebelumnya pernah diperiksa dan saat ini dipanggil lagi."

    Namun, Mulyadi enggan menyebutkan hasil penyidikan sementara. "Hasil penyidikan tidak bisa disampaikan ke publik. Intinya, penyidikan masih berkisar ke orang-orang itu juga. Tiga orang itu," ujarnya.

    Mulyadi juga enggan memastikan apa dua dari tiga orang tersebut terduga pelaku. "Bisa satu bisa dua (pelakunya). Pada intinya, kami mendalami tiga orang itu," ujarnya.

    Mulai Jumat, 11 Januari kemarin, penyidikan juga telah dibantu saksi ahli dari pakar kejiwaan, Psikologi Forensik Polda Metro Jaya, dokter obstetri dan ginekologi (ahli kebidanan dan penyakit kandungan) RSUP Persahabatan, dan ahli urologi (kandung kemih) RS Polri Kramat Jati. "Namanya juga tersangka, orang itu pasti menghindar. Kami siapkan saksi ahli untuk orang-orang itu."

    Saat dikonfirmasi apa dua saksi yang dicurigai tersebut adalah RM alias B, yang merupakan kerabat korban, dan R, yang merupakan kakak korban, Mulyadi hanya mengatakan, "Masih di sekitar korban." Meski telah mencurigai dua saksi tersebut, namun Mulyadi menegaskan status mereka masih sebagai saksi. "Mereka masih saksi. Jadi masih diperiksa sebagai saksi."

    RI, yang masih duduk di bangku kelas V SDN 22 Petang Pulo Gebang, mengembuskan napas terakhirnya di ruang ICU Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan sekitar pukul 06.00, Ahad, 6 Januari 2013. Sebelum meninggal, RI dirawat di ruang ICU tersebut dalam kondisi kritis atau koma, sejak 29 Desember lalu, karena menderita luka di bagian vagina, yang diduga akibat mengalami kekerasan seksual.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.