BMW Maut, IPW Desak DPR Periksa Polda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Hatta Rajasa (kanan) berserta istri Okke Rajasa (kiri) mengantarkan putranya Rasyid Rajasa (tengah)  untuk menghadiri pemeriksaan perdana di Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/1). Rasyid Rajasa, pengemudi BMW X5 memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kecelakaan di Tol Jagorawi.  ANTARA/Zabur Karuru

    Menko Perekonomian Hatta Rajasa (kanan) berserta istri Okke Rajasa (kiri) mengantarkan putranya Rasyid Rajasa (tengah) untuk menghadiri pemeriksaan perdana di Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/1). Rasyid Rajasa, pengemudi BMW X5 memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kecelakaan di Tol Jagorawi. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Police Watch mendesak Komisi Hukum Dewan Perwakilan
    Rakyat RI untuk memeriksa Direktorat Lalu Lintas Polisi Daerah Metro Jaya atas penanganan kasus putra bungsu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa. Polda dituding tidak profesional karena tidak menahan dan tidak melakukan tes alkohol kepada Rasyid.

    IPW juga sangat mengkritik proses pelimpahan berkas perkara kasus kelalaian tersebut ke Kejaksaan dalam 11 hari.
    IPW menilai sikap Ditlantas Polda Metro yang tergesa-gesa bak ingin melempar dosa ke institusi hukum lainnya. Neta berpendapat polisi tidak dapat bersikap netral sehingga melempar perkara tersebut supaya ditangani kejaksaan. (Baca: Polisi Limpahkan Kasus Anak Hatta ke Kejaksaan)

    "Polisi memberikan berbagai keistimewaan kepada anak pejabat tinggi.
    Bukan mustahil kasus serupa akan terulang dan mencederai rasa keadilan masyarakat," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, dalam pesan singkat, Sabtu, 12 Januari 2013.

    Bahkan, Neta menyatakan, IPW juga mendesak pimpinan Kepolisian RI untuk segera memeriksa Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Beberapa alasannya, menurut Neta, adalah tidak adanya alasan bagi Ditlantas Polda Metro Jaya tidak menahan Rasyid karena sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Selain itu, kata Neta, Rasyid sama seperti supir Xenia maut, Afriyani, yang terkena pasal kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

    Polisi beralibi tidak menahan Rasyid karena mendapat jaminan dari keluarga. Padahal, Afriyani yang juga mendapat jaminan keluarga tetap ditahan polisi. "Polisi takut dengan anak pejabat atau ada kompensasi tertentu dari pejabat itu," kata Neta. (Baca: Ini Alasan Polisi Tidak Tahan Rasyid)

    Rasyid Rajasa ditetapkan sebagai tersangka pada kasus kecelakaan di Tol Jagorawi Km 3+350 arah Bogor, 1 Januari 2013 sekitar pukul 05.45 WIB. Mobil BMW X5-nya dengan pelat nomor B 272 HR menabrak Daihatsu Luxio dengan pelat nomor F 1622 CY dari belakang. Dalam tabrakan tersebut dua penumpang Luxio meninggal dunia, yaitu Harun dan balita Muhammad Raihan. Selain itu, tiga orang lainnya mengalami luka-luka. (Baca: Cerita Momon, Sopir Derek BMW Maut )

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.