Jumat, 14 Desember 2018

Banjir Dua Meter, Tanggul di Kedoya Selatan Jebol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukisan gajah saat banjir di kawasan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, (25/11). Banjir yang melanda kawasan tersebut sempat surut namun kembali naik hingga dua meter setelah hujan dan meluapnya kali Pesanggrahan . TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Lukisan gajah saat banjir di kawasan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, (25/11). Banjir yang melanda kawasan tersebut sempat surut namun kembali naik hingga dua meter setelah hujan dan meluapnya kali Pesanggrahan . TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanggul yang dibangun secara swadaya oleh warga RW 05 Kelurahan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, dilaporkan jebol pada Selasa, 15 Januari 2013. Akibatnya permukiman warga di 14 RT mulai terendam air.

    Ketua RW 05 Kedoya Selatan, Sumardi Ramelan mengatakan tanggul jebol di tiga titik. "Gawat kalau begini saya takut air bisa sampai dua meter," katanya ketika dihubungi, Selasa, 15 Januari 2013.

    Menurut dia, air mulai naik sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa 15 Januari 2013. Air itu berasal dari kali Pesanggrahan yang mengalir dekat permukiman warga. Banjir memang rajin mampir di lokasi tersebut. Soalnya letak permukiman lebih rendah daripada permukaan kali.

    Adanya tanggul di dekat RT 13 sempat mampu menghadang banjir. Sepekan lalu, air hanya masuk di RT 13 yang letaknya paling rendah dan berada di tepi kali, tingginya pun hanya semata kaki. Namun, tingginya debit air di Kali Pesanggarahan pada Selasa membuat tanggul jebol. Soalnya tanggul itu hanya terdiri dari karung-karung berisi pasir.

    Camat Kebon Jeruk, Hendra Hidayat mengatakan RT 04 RW 05 Sukabumi Selatan juga sudah mulai terendam. Selain itu, RW 02 dan 08 Sukabumi utara juga terendam air dengan ketinggian 30-100 sentimeter.

    Dia menyatakan pihaknya sudh mengantisipasi banjir di wilayahnya. Peralatan untuk dapur umum dan perahu karet sudah disiapkan di posko kecamatan dan kelurahan. "Lokasi pengungsian rencananya didirikan di lapangan sebelah tinur rel Pesing," katanya, Selasa. Namun, kata dia, warga biasanya memilih tinggal di lantai dua rumah jika air belum terlalu tinggi.

    Menurut Hendra, sebanyak 100 petugas kecamatan dan keluran dikerahkan untuk bersiaga di pos dan memantau wilayahnya.

    ANGGRITA DESYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.