Infrastruktur Banjir Jakarta Mulai Ditenderkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat derasnya aliran sungai Ciliwung di pintu air Manggarai, Jakarta, Selasa (15/1). Hujan yang mengguyur Jakarta dan Bogor, mengakibatkan meluapnya air sehingga merendam ratusan rumah dibantaran sungai Ciliwung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga melihat derasnya aliran sungai Ciliwung di pintu air Manggarai, Jakarta, Selasa (15/1). Hujan yang mengguyur Jakarta dan Bogor, mengakibatkan meluapnya air sehingga merendam ratusan rumah dibantaran sungai Ciliwung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Agus Widjanarko mengatakan bahwa tiga proyek strategis penanggulangan banjir Jakarta sudah mulai ditenderkan. "Proses tender sudah kami mulai tidak lama setelah surat permintaan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan disetujui," kata Agus saat ditemui di komplek parlemen Senayan, Kamis, 31 Januari 2013.

    Agus menjelaskan, surat permintaan dana pembangunan tersebut telah ditandatangani Menteri Pekerjaan Umum dan diserahkan kepada Menteri Keuangan pada 23 Januari 2013. Dalam surat tersebut, Menteri Pekerjaan Umum mengajukan permohonan pencairan dana sebanyak Rp 2,03 triliun untuk realisasi tiga program penanggulangan banjir Jakarta.

    Program pertama, kata Agus, adalah program pembangunan sodetan Sungai Ciliwung-Kanal Banjir Timur sepanjang 2,1 kilometer. Kementerian meminta tambahan anggaran sebesar Rp 545 miliar untuk pembangunan proyek tersebut. Rencananya proyek itu akan dikerjakan selama dua tahun anggaran, yaitu pada 2013-2014.

    Program kedua, kata Agus, adalah program normalisasi Sungai Ciliwung. Kementerian Pekerjaan Umum mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 1,287 triliun untuk masa pengerjaan program 2013-2016. Pengerjaan proyek itu sendiri diperkirakan akan memakan waktu lama karena butuh pembebasan lahan terlebih dahulu.

    Dan proyek terakhir, kata Agus, adalah penyiapan anggaran darurat Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 114,7 miliar. Seluruh dana itu akan digunakan untuk membeli peralatan penanggulangan banjir Jakarta pada tahun anggaran 2013.

    "Namun, untuk tahun ini kami hanya meminta pencairan anggaran sebesar Rp 646,7 miliar untuk realisasi tiga proyek itu," kata Agus. Ia mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum memang hanya meminta sepertiga dari total kebutuhan anggaran karena berdasarkan perkiraan Kementerian, program yang bisa berjalan pada 2013 belum terlalu banyak. Dana akan lebih banyak diserap untuk tender dan persiapan prakonstruksi lainnya.

    Di lain pihak, Ketua Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat, Yasti Soepredjo Mokoagow, mengatakan DPR bisa memahami dan mendukung permintaan tambahan anggaran sebesar Rp 2,03 triliun. "Komisi Infrastruktur juga menyetujui pencairan Rp 646,7 miliar pada tahun anggaran 2013 agar ketiga proyek bisa dikerjakan tahun ini juga dan selesai tepat waktu," kata Yasti.

    RAFIKA AULIA

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Yusuf Supendi: Kok, Kaget PKS Terlibat Suap?

    Impor Renyah 'Daging Berjanggut' 

    Skandal Daging Berjanggut, Laporan Tempo 2011

    Sebut Suap Daging Musibah, Tiffatul Dikecam

    Presiden PKS Ditangkap, Apa Kata Hilmi Aminuddin

    Marzuki Alie: Luthfi Hasan Itu yang Mana, Ya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.