Modifikasi Cuaca Berhasil Kurangi Hujan di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilot menerbangkan pesawat Hercules dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (28/1). Operasi TMC yang dilakukan sejak Sabtu (26/1) ini, bertujuan untuk mendistribusikan dan mengurangi curah hujan di Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    Pilot menerbangkan pesawat Hercules dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (28/1). Operasi TMC yang dilakukan sejak Sabtu (26/1) ini, bertujuan untuk mendistribusikan dan mengurangi curah hujan di Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan modifikasi cuaca telah mengurangi secara signifikan curah hujan yang jatuh di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Modifikasi cuaca yang sudah memasuki hari kedelapan, Sabtu, 2 Februari 2013 ini dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya Sabtu sore mengatakan, modifikasi cuaca dilakukan dengan menebar 56,8 ton bahan semai berupa zat sejenis garam di udara. "Modifikasi cuaca ini yang mampu menjatuhkan awan-awan menjadi hujan sebelum masuk Jakarta," katanya.

    Kluster awan-awan disemai dengan NaCl sehingga awan jatuh. Hingga sekarang, Sutopo mengatakan, sudah dilakukan 14 sorti penerbangan dengan pesawat Hercules C-130 membawa 4 ton bahan semai setiap kali penerbangan. Selain itu, satu kali dengan Casa 212-200 membawa 800 kg bahan semai.

    Kluster awan, Sutopo menegaskan, sudah terbentuk di barat laut menuju wilayah Jabodetabek pada Sabtu ini. Sorti pertama dengan Hercules membawa 4 ton NaCl terbang pukul 09.39-11.33 WIB mencegat awan-awan di sekitar Teluk Jakarta hingga sebelah barat Lampung. "Pantauan radar menunjukkan awan target jatuh menjadi hujan," katanya.

    Sorti kedua pada 14.25-15.40 WIB dengan Hercules membawa 4 ton NaCl menyemai di atas Pandeglang, Serang, Cilegon dan utara Merak. Sorti ketiga dengan Casa membawa 800 kg menyemai sekitar Pandeglang pada ketinggian 15 ribu kaki. Di bawah dioperasikan ground based generator (GBG) dengan membakar 36 flare di 13 lokasi dan GBG sistem larutan diaktifkan di tiga lokasi selama 5 jam. "Hasilnya hujan berkurang di Jabodetabek," katanya.

    "Pembakaran flare untuk menghambat pertumbuhan awan dilakukan di 25 lokasi," katanya. Berkurangnya hujan, menurut Sutopo, juga karena kondisi cuaca regional yang kurang mendukung terjadinya hujan ekstrem di sekitar Jakarta. Tidak adanya siklon tropis di selatan Indonesia, dan tidak adanya pengaruh seruak dingin (cold surge) dari Siberia Selatan yang masuk ke wilayah Indonesia, kata Sutopo, menyebabkan tidak adanya hujan ekstrem di sekitar Jakarta. "Kombinasi antara upaya manusia dan alam inilah yang menyebabkan Jakarta aman dari banjir besar hingga saat ini," kata Sutopo.

    Seperti diberitakan, BPPT menguji coba modifikasi cuaca di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sejak Sabtu, 26 Januari 2013. Modifikasi dilakukan untuk mencegah banjir akibat hujan berintensitas tinggi yang turun di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Berita populer
    Kata Tifatul Sembiring soal Ahmad Fathanah

    Narkoba Artis: Semua Tamu Ditawari Inex

    Ini yang Menyebarkan Hubungan Ariel dan Pramugari

    Menteri Suswono Bisa Terseret Kasus Daging Impor?

    Narkoba Artis: Undangan Pesta Lewat BBM

    Ditanyai Soal Wanita, Senyum Luthfi 'Hilang'

    Raffi Ahmad Ditetapkan Jadi Tersangka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.