Curi 5 Laptop di Kamar Kos, Ibu Muda Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • todaysfacilitymanager.com

    todaysfacilitymanager.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Metro Pancoran menangkap seorang ibu muda berusia 24 tahun berinisial UW, Selasa, 5 Februari 2013, setelah dia membobol kamar kos di Jalan Cikoko Barat, Pancoran, Jakarta Selatan. "Modusnya pura-pura jadi penghuni kos," kata Kepala Polsek Komisaris I Nengah Adi Putra, Kamis, 7 Februari 2013.

    Nengah mengatakan UW--yang baru saja melahirkan itu--sudah mencuri dengan modus serupa sebanyak tiga kali. Uang hasil curian itu dibelikan kebutuhan hidup. Terlebih bayi UW saat ini berusia 4 bulan, sementara suaminya hanya bekerja sebagai satpam.” Suaminya sendiri tidak pernah tahu perbuatan nekat UW,” kata Nengah.

    Senin pagi, 4 Februari 2013, UW datang ke sebuah rumah kos di Cikoko Barat. Menurut Nengah, pelaku sudah menyurvei terlebih dahulu sehingga paham kondisi kos yang disasar. Pemilik kos, Nikolas, 39 tahun, mengatakan, saat UW datang, dia tidak menaruh curiga. "Anaknya sopan dan bicaranya halus," katanya.

    Menurut Nikolas, UW memberikan uang panjer Rp 200 ribu dengan sewa kamar Rp 525 ribu per bulan. Kemudian UW meminta kunci kamar. Nikolas memberikannya. Kehebohan di tempat tersebut baru terjadi sorenya sekitar pukul 17.00 WIB.

    Delapan dari 15 kamar kos ditemukan sudah dibobol, kaca pecah, dan isi kamar berantakan. Nikolas panik. Dia langsung melaporkan kasus ini kepada polisi. Kecurigaan langsung mengarah pada UW. Alasannya, menurut dia, kamar UW kosong. Bahkan warga sekitar sempat melihat UW membawa banyak barang seperti akan pindahan.

    Polisi menangkap UW saat sedang menjual hasil curiannya di Pasar Rumput. Dia ditangkap Selasa siang lalu. “Saat itu dia akan menjual lima buah laptop hasil curiannya,” kata Nengah.

    Setelah diperiksa lebih intensif, UW mengaku sudah tiga kali mencuri di tempat berbeda. Barang yang diincar adalah laptop dan telepon genggam agar mudah dijual. UW dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara.

    UW mengatakan baru dua bulan di Jakarta. Dia membawa anaknya untuk mencari nafkah di Jakarta karena tuntutan ekonomi. Sebelumnya, dia dan suaminya tinggal di Cilacap. "Saat ini anak saya sudah dibawa kembali oleh suami ke Cilacap," ujar UW.

    SYAILENDRA

    Terpopuler:
    Jokowi: Banjir Jakarta Dipicu Drainase Bermasalah

    Jokowi: Ada Monopoli Pengadaan Bajaj?

    4 Penyebab Hujan 2 Jam Jakarta Terendam

    BPPT: 7 Ton Garam Ditabur Cegah Hujan di Jakarta

    Raffi Ahmad Diperiksa di RSKO

    Terlibat Narkoba Gara-gara Telepon Salah Sambung

    Berbekal Jimat, Mereka Curi Motor Tiap Rabu Pagi

    Seorang Ibu Bayi Tersangka Sindikat Penjual Bayi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.