Jokowi Diminta Larang Perumahan Jadi Tempat Usaha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan kemang, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    Kawasan kemang, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO , Jakarta - Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna, meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, tegas soal pelanggaran izin alih guna bangunan. Salah satunya adalah perumahan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. "Jangan sampai kawasan perumahan itu jadi Kemang yang berikutnya," kata Yayat, ketika dihubungi pada Rabu, 20 Februari 2013.


    Menurut Yayat, awalnya kawasan Kemang yang seharusnya perumahan subur kini justru ditumbuhi tempat usaha. Awalnya hanya satu dua usaha, lama-lama penuh. Bahkan memaksa pemerintah untuk melegalkan fungsi kawasan tersebut menjadi tempat usaha. Pun seperti di Antasari. Ketika ramai-ramai terjadi penyegelan semua pelaku usaha tiarap. "Tapi sekarang mereka tetap usaha," katanya.


    Padahal untuk mendirikan sebuah tempat usaha pemilik harus memiliki izin khusus. Bahkan kawasan perumahan seharusnya tidak boleh digunakan untuk tempat usaha. Alassnnya, pemerintah butuh peta persebaran penduduk. "Jika jadi tempat usaha akan sulit," katanya.

    Yayat mendesak pemerintah segera mengesahkan Rencana Detail Tata Ruang. Dengan disahkannya aturan tata ruang maka jelas bagaimana fungsi sebuah kawasan.

    Setelah itu jika pemilik masih ngeyel, Yayat melanjutkan, pemerintah punya kewenangan untuk mencabut instalasi pendukung seperti air dan listrik. "Itu sah menurut aturan dan memang seharusnya seperti itu," ujarnya.

    SYAILENDRA



    Baca juga:

    Aturan Baru Perpanjangan SIM Bakal Direvisi

    Sore Ini, Seluruh Jakarta Diguyur Hujan

    Diimingi Jajanan, 15 Bocah di Depok Dicabuli

    Masyarakat Bekasi Sambut Stasiun Telaga Murni


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Menetapkan Jokowi Widodo - Ma'ruf Amin Pemenang Pilpres 2019

    Pada 21 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Inilah komposisi perolehan suara.