Jokowi Prioritaskan Mutu Fasilitas Rumah Sakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pasien memilih calon Gubernur DKI Jakarta pada TPS Keliling no 073 di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, (20/09). TEMPO/Seto Wardhana.

    Seorang pasien memilih calon Gubernur DKI Jakarta pada TPS Keliling no 073 di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, (20/09). TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan lebih memprioritaskan pembangunan dan penambahan fasilitas dibandingkan pengembangan sistem online di rumah sakit. Selain pembangunan kamar perawatan, dirinya juga fokus pada penambahan fasilitas Neonatal Intensive Care Unit, Intensive Care Unit, dan Intensive Coronary Care Unit.

    "Meski sistem online sudah jalan, tapi kalau semua sudah penuh smua, mau ke mana. Sehingga paling penting saya bangun sesegera mungkin tambahan kamar, ICU, ICCU, dan NICU," kata Joko Widodo saat ditemui di Istana Negara, Rabu, 20 Februari 2013.

    Ia menyatakan, pada saat ini dirinya memang melihat kunci permasalahan kesehatan di Jakarta adalah persoalan infrastruktur. Kendala ini tidak dapat menampung dan mengatasi adanya lonjakan jumlah masyarakat yang berobat ke rumah sakit. Ia juga menduga selama ini banyak masyarakat yang sakit tidak berobat ke rumah sakit karena kendala dana. "Tahun ini kita mau membangun tambahan kamar. Saya tidak hapal, datanya di Dinas Kesehatan," kata dia.

    Pembangunan dan penambahan kamar ini dinilai penting karena saat ini telah terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang berobat ke rumah sakit atau puskesmas. Ia mencatat peningkatan tersebut bahkan mencapai 70 persen sehingga keterbatasan fasilitas harus secepatnya ditangani.

    Sedangkan pengembangan sistem online, menurut Jokowi, memang menjadi hasil pembicaraan dengan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi setelah terjadi permasalahan masyarakat yang tidak tertangani karena fasilitas rumah sakit penuh. Sistem online yang akan dikembangkan rencananya mampu memberikan informasi rumah sakit yang memiliki kamar atau unit pelayanan sedang kosong.

    Sistem online ini akan diterapkan dan dipasang di seluruh rumah sakit dan puskesmas di Jakarta, baik swasta atau negeri. Sistem online ini akan mulai diluncurkan pada awal Maret 2013 dan diharapkan dapat selesai pada akhir bulan tersebut. "Besok kita panggil saja programmer, sehari-dua hari jadi," kata Jokowi.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Berita terpopuler lainnya:
    Demokrat dan PKS Dianggap Juara Korupsi

    Aturan Baru SIM Tak Jadi Berlaku Maret Ini

    Produk Nestle Terancam Ditarik di Indonesia

    Di Museum Ini Pengunjung Boleh Tak Berbusana

    Sekali Lagi, Ini Pembelaan Anas Soal Harrier


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.