Polda: Kartu Intelijen di Mobil Hercules Palsu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules Rozario Marcal. TEMPO/Subekti

    Ketua umum organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules Rozario Marcal. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan kartu intelijen yang ditemukan di dalam mobil milik kelompok Hercules adalah palsu. "Cuma buat gagah-gahan saja," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, ketika dihubungi pada Ahad, 10 Maret 2013.

    Kartu anggota intelijen berwarna hijau dengan foto atas nama Franky Kilikili tersebut ditemukan di dalam mobil Daihatsu Terios yang disita polisi. Selain kartu intelejen ini, polisi mendapati senjata api lengkap dengan pelurunya.

    Rikwanto mengatakan masih mendalami untuk apa kartu intelejen itu sengaja dibuat. "Yang jelas, sudah kami pastikan ke berbagai pihak bahwa itu palsu," ujarnya.

    Selain itu, polisi sedang mendalami kepemilikan senjata api yang ditemukan dalam mobil tersebut. Pasalnya, senjata tersebut memiliki nomor seri dan diduga milik PT Pindad. Polisi akan menggandeng Pindad untuk menelusuri senjata tersebut.

    "Bisa saja dibuat secara ilegal, tapi kemudian nomor serinya diukir sendiri," kata Rikwanto. Untuk kepemilikan senjata api, pelaku dikenai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 karena kepemilikan senjata dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

    Selain itu, Hercules, yang ditangkap bersama 46 anak buahnya, dijerat dengan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan, Pasal 114 KUHP karena melawan petugas yang sah, dan Pasal 170 tentang Pengeroyokan. Semuanya dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

    Hercules ditangkap karena diduga memeras pemilik sebuah ruko yang terletak di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Simak sepak terjang Hercules di sini.

    SYAILENDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.