Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tuntutan Jaksa ke Rasyid Dinilai Mengecewakan  

image-gnews
Petugas keamanan menghalau wartawan yang mencoba memotret dan mewawancarai Rasyid Amrullah Rajasa, usai menjalani sidang perdana kasus kecelakaan lalu lintas di PN Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (14/2). TEMPO/Tony Hartawan
Petugas keamanan menghalau wartawan yang mencoba memotret dan mewawancarai Rasyid Amrullah Rajasa, usai menjalani sidang perdana kasus kecelakaan lalu lintas di PN Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (14/2). TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat hukum Muhammad Isnur, yang sempat mendorong munculnya petisi protes kasus Rasyid Rajasa, menilai tuntuan jaksa penuntut umum mengecewakan. Ia merasa tuntutan jaksa terlalu ringan untuk Rasyid, yang notabene menyebabkan dua orang meninggal.

"Saya jelas kecewa. Tuntutan jaksa mengecewakan. Ini jelas jauh dari rasa keadilan," ujar Muhammad saat dihubungi Tempo, Senin, 18 Maret 2013.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam pembacaan replik, jaksa penuntut umum tidak mengubah tuntutannya kepada Rasyid. Ia tetap dituntut 8 bulan penjara dan 12 bulan percobaan serta denda Rp 12 juta.

Rasyid adalah terdakwa kasus tabrakan di tol Jagorawi awal Januari lalu. Dalam kasus tersebut, mobil BMW X5 Rasyid menabrak Daihatsu Luxio, yang menyebabkan dua orang tewas. (Baca: Alasan Jaksa Tetap Tuntut Rasyid 8 Bulan Penjara)

Menurut Muhammad, tuntutan kepada Rasyid seharusnya lebih besar dari apa yang dikatakan jaksa. Apabila mengacu pada Pasal 283, 287, dan 310 UU Nomor 22/2009 yang digunakan untuk menjerat Rasyid, dia terancam pidana penjara 5 tahun. (Baca: Kenapa Rasyid Rajasa Membantah Keterangan di BAP?)

Muhammad menambahkan, ringannya tuntutan kepada Rasyid memberikan kesan aparat hukum takut kepada Rasyid karena ia anak pejabat, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Alhasil, Rasyid terkesan jadi sang jawara, susah tersentuh hukum yang adil.

"Saya lihat juga sidang Rasyid selama ini juga seperti sandiwara saja. Dibuat-buat. Kasihan masyarakat, seperti dipermainkan hukum," ujar Muhammad, yang menilai sikap jaksa pada kasus Rasyid tak setegas jaksa pada kasus Afriyani dan Novi Amelia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ketika ditanya apakah upaya damai keluarga Rasyid bisa jadi yang meringankan tuntutannya, Muhammad menilai, seharusnya tak bisa. Sebab, fakta tersebut hanya bisa dijadikan asas meringankan oleh majelis hakim, bukan jaksa.

"Kita memang mendukung asas restorative justice, di mana upaya damai diperbolehkan untuk meringankan. Tapi itu tak boleh dijadikan acuan oleh jaksa, hanya boleh oleh hakim," Muhammad menegaskan.

Ditanyai lebih lanjut apakah ia akan bikin aksi atau petisi Rasyid lagi, Muhammad mengaku belum ada rencana pasti. Namun, ujarnya, ia ingin mencoba mendorong masyarakat mendatangi sidang putusan Rasyid. Harapannya, hakim bisa bersikap lebih adil dibanding jaksa.

"Lagi pula, banyak kasus di mana hakim memberikan putusan lebih besar dibanding tuntutan," ujarnya. (Baca: Petisi Hukum Rasyid Rajasa Didukung 2.061 Orang)

ISTMAN MP

Berita Lainnya:
Jokowi Diminta Fokus MRT Ketimbang Monorel

Kuasa Hukum Minta Hercules Jadi Tahanan Kota
Jupe Ditangkap, Diinapkan di Kejaksaan Agung
Jupe Tertangkap di Cibubur
Cabut Bulu 'Brazilian Wax' Berisiko Infeksi Virus

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kecelakaan Bus di Afrika Selatan Tewaskan 45 Orang, Hanya Ada Satu Korban Selamat

8 jam lalu

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar bus setelah jatuh dari R518, menewaskan beberapa lusin orang, di Distrik Waterberg, Provinsi Limpopo, Afrika Selatan pada 28 Maret 2024. Limpopo Department of Transport and Community Safety via Reuters
Kecelakaan Bus di Afrika Selatan Tewaskan 45 Orang, Hanya Ada Satu Korban Selamat

Empat puluh lima orang tewas dalam kecelakaan bus di Afrika Selatan, setelah bus yang mereka tumpangi jatuh sekitar 50 meter dari jembatan ke jurang


5 Anak Politisi Raup Suara Tinggi di Pileg 2024, Ada Anak Puan Maharani hingga Setya Novanto

36 hari lalu

Puqn Maharani dan putrinya, Pinka Hapsari saat hendak menghadiri wisuda. Foto: Instagram Puan Maharani.
5 Anak Politisi Raup Suara Tinggi di Pileg 2024, Ada Anak Puan Maharani hingga Setya Novanto

Siapa saja anak dari politisi dan pejabat yang turut maju dalam Pileg 2024 dan berapa perolehan suaranya?


Rasyid Rajasa Diprediksi Lolos ke Senayan, Berikut Kasus Kecelakaan 11 Tahun Lalu Melibatkannya

39 hari lalu

Rasyid Amrullah Rajasa. TEMPO/Tony Hartawan
Rasyid Rajasa Diprediksi Lolos ke Senayan, Berikut Kasus Kecelakaan 11 Tahun Lalu Melibatkannya

Rasyid Rajasa sempat terlibat kecelakaan yang menewaskan dua korban, kemudian dinyatakan bebas. Kini, ia diprediksi lolos ke Senayan jadi anggota DPR.


Cara Kemenhub untuk Tekan Angka Kecelakaan Bus di Indonesia

47 hari lalu

Ilustrasi kecelakaan bus. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Cara Kemenhub untuk Tekan Angka Kecelakaan Bus di Indonesia

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan langkah untuk mengatasi kecelakaan bus yang belakangan ini kerap terjadi.


Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Imogiri Bantul: 3 Tewas, Puluhan Penumpang Masih Dirawat di RS

49 hari lalu

Bus wisatawan terguling di jalur wisata menuju Hutan Pinus Mangunan Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Yogyakarta Kamis, 8 Februari 2024. Dok. Istimewa
Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Imogiri Bantul: 3 Tewas, Puluhan Penumpang Masih Dirawat di RS

Puluhan penumpang korban kecelakaan bus pariwisata di Imogiri Bantul masih menjalani perawatan di rumah sakit.


Kecelakaan Bus Terjadi di Jalan Tol, Libatkan Rombongan Partai Hanura

53 hari lalu

Ilustrasi kecelakaan bus. REUTERS/Fredy Rodriguez
Kecelakaan Bus Terjadi di Jalan Tol, Libatkan Rombongan Partai Hanura

Kecelakaan bus terjadi di ruas Tol Ngawi-Solo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Bus tersebut diketahui mengangkut rombongan Partai Hanura.


Bus PO New Shantika Terjun dari Jalan Tol Pemalang, Ini Serangkaian Kecelakaan Bus 2 Bulan Terakhir

22 Januari 2024

Bus PO New Shantika yang kecelakaan di tol Pemalang.  Istimewa
Bus PO New Shantika Terjun dari Jalan Tol Pemalang, Ini Serangkaian Kecelakaan Bus 2 Bulan Terakhir

Tiga kecelakaan bus setidaknya terjadi pada 2 bulan terakhir. Terbaru, Bus PO New Shantika terjun dari jalan tol Pmulang.


Kecelakaan Bus PO Handoyo di Tol Cipali, 12 Orang Tewas, 7 Alami Luka-luka

15 Desember 2023

Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com
Kecelakaan Bus PO Handoyo di Tol Cipali, 12 Orang Tewas, 7 Alami Luka-luka

Kecelakaan bus PO Handoyo terjadi di Jalan Tol Cipali menewaskan 12 orang penumpang dan 7 orang mengalami luka-luka


Hatta Rajasa, Dulu Jadi Cawapres Prabowo Kini Bantu Tim Pemenangan

10 November 2023

Aliya Rajasa bersama ayahnya, Hatta Rajasa. Foto: Instagram/@ruby_26
Hatta Rajasa, Dulu Jadi Cawapres Prabowo Kini Bantu Tim Pemenangan

Hatta Rajasa kini menjadi salah satu politkus yang masuk dalam pengurus Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran


Kecelakaan Bus Listrik Maut di Venesia, Pengemudi Kemungkinan Sedang Sakit

5 Oktober 2023

Petugas penyelamat mengamati peti mati di lokasi kecelakaan bus di kota Mestre dekat Venesia, Italia, 4 Oktober 2023. REUTERS/Manuel Silvestri
Kecelakaan Bus Listrik Maut di Venesia, Pengemudi Kemungkinan Sedang Sakit

Saat kecelakaan bus terjadi, para wisatawan dalam perjananan kembali ke tempat perkemahan dekat Marghera setelah seharian berjalan-jalan di Venesia.