Sebelum Eksekusi, Jaksa Tanya Kesehatan Jupe  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Julia Perez saat syuting film

    Artis Julia Perez saat syuting film "Nenek Santet, Kamis (19/10). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Terpidana artis Julia Perez atau Jupe dijemput paksa tim eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin malam, 18 Maret 2013. "Tadi malam, tim dari Kejari Bogor dapat informasi kalau Mbak Jupe ada di Cibubur di rumahnya. Dan kemudian kami lakukan pengecekan ke sana," kata Kepala Pelaksana Harian Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Kardi, di kantornya, Selasa, 19 Maret 2013.

    Ketika sampai di depan pintu rumah Jupe, tim eksekutor langsung mengetuk pintu rumah itu dan disambut tuan rumah. Petugas Kejaksaan lebih dulu menanyakan kondisi kesehatan Jupe. "Kami menanyakan apakah Jupe sehat, dia bilang sehat. Kalau sehat, siap melaksanakan eksekusi. Karena beliau bilang seperti itu, tadi malam langsung diajak ke kantor Kejari Jakarta Timur," Kardi menjelaskan.

    Kardi mengatakan, rencana penjemputan itu sudah diketahui sebelumnya. "Jadi semalam tidak dalam status ditangkap dan ditahan di Kejari," ujarnya. Sebelumnya, seorang petugas Kejaksaan sudah melakukan dialog dengan Jupe.

    Setelah diinapkan semalam di kantor Kejaksaan, kekasih pemain sepak bola Gaston Castano itu dipindahkan ke Rumah Tahanan Pondok Bambu, Selasa, 19 Maret 2013, sekitar pukul 10.50. Pemindahan itu menggunakan mobil tahanan dengan pengawalan ketat. (Baca: Jupe Resmi Dibawa ke Rutan Pondok Bambu)

    Eksekusi itu buntut Jupe divonis bersalah di tingkat kasasi. Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 11 Oktober 2011 mengganjar hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan kepada Jupe atas kasus penganiayaan terhadap pendangdut Dewi Persik. Jupe kemudian mengajukan banding, tapi Pengadilan Tinggi Jakarta malah menguatkan vonis tersebut. (Baca: Curhatan Jupe Sebelum Dijebloskan ke Penjara)

    Belum puas, bintang film Gending Sriwijaya ini mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Kenyataannya, MA justru mengubah putusan menjadi tiga bulan penjara tanpa masa percobaan.

    YAZIR FAROUK

    Berita Lainnya:
    Rahmad dan Jacksen Dianggap Pelatih Ilegal

    Satu Pelaku Pemerkosa NR Menyerahkan Diri
    Dahlan Iskan Rotasi 5 Pejabat Kementerian BUMN
    Warga Tagih Ganti Rugi Dampak Proyek IPAL
    Saraf Leher Jupe Kejepit Saat Digelandang ke Bui


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.