Jokowi Segera Gelar RUPS PT MRT Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sisi hukum. Jokowi menyatakan jangan sampai ada yang merasa dirugikan akan kebijakan ini,

    Sisi hukum. Jokowi menyatakan jangan sampai ada yang merasa dirugikan akan kebijakan ini, "Jangan sampai di PTUN-kan," ujarnya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -- Gubernur Joko Widodo menyatakan bakal segera menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) bersama PT MRT Jakarta. Rapat itu, kata Jokowi, bakal membahas pengganti Tribudi Rahardjo sebagai direktur utama.

    Menurut Jokowi, RUPS itu bakal digelar dalam waktu dekat ini. "Nanti saya periksa dulu kelengkapannya agar bisa segera menggelar RUPS," ujarnya di Balai Kota, Selasa, 19 Maret 2013.

    Jokowi sendiri menyatakan ingin agar RUPS bisa digelar secepat mungkin. Dia menargetkan rapat tersebut bakal digelar paling lambat akhir bulan ini. "Kalau bisa, minggu-minggu ini sudah RUPS," katanya.

    Mantan Wali Kota Solo itu menyatakan tidak memiliki kriteria khusus ihwal pengganti Tribudi. Menurut Jokowi, Direktur Utama PT MRT Jakarta nantinya harus memiliki kemampuan manajerial yang baik serta menguasai masalah perkeretaapian. "Karena ini soal MRT, jadi harus tahu soal kereta," ujar dia.

    Meski tidak memiliki syarat khusus, Jokowi menyatakan, direktur utama yang baru juga harus mampu bekerja cepat mengikuti ritme kerjanya. "Yang terpenting, dia harus bekerja secara cepat," ujar Jokowi. Jokowi pun cuma tersenyum saat ditanya apakah Tribudi dinilai tidak memenuhi persyaratan tersebut.

    Adapun Tribudi sendiri terhitung 19 Februari 2013 lalu sudah tidak menjabat karena masa jabatannya telah selesai. Kini, posisi petinggi di PT MRT Jakarta hanya diisi oleh Erlan Hidayat sebagai direktur keuangan. Mereka kini masih menunggu sikap dari Gubernur lantaran Pemerintah Provinsi DKI merupakan pemegang saham mayoritas MRT.

    Jokowi menyatakan, kekosongan jabatan tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Soalnya, PT MRT Jakarta masih memiliki satu direktur yang belum habis masa jabatannya. Jokowi juga menilai kekosongan kursi kepemimpinan merupakan hal yang lumrah.

    Jokowi sendiri tidak menampik kemungkinan untuk memperpanjang masa jabatan direksi yang sudah habis. "Mungkin saja, mengapa tidak?" ujarnya singkat. Simak gebrakan Jokowi di Ibu Kota.

    DIMAS SIREGAR


    Berita Terkait:
    Dewan Desak Jokowi Segera Pilih Bos PT MRT
    Jokowi: Dirut Berakhir, MRT Jalan Terus
    Jokowi Diminta Fokus MRT Ketimbang Monorel

    Topik Terhangat:
    Hercules Rozario || Simulator SIM Seret DPR || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.