Senin, 19 Februari 2018

PSK di Plumpang dan Tanjung Priok Dirazia

Oleh :

Tempo.co

Minggu, 31 Maret 2013 21:20 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PSK di Plumpang dan Tanjung Priok Dirazia

    Ilustrasi Pekerja Seks Komersia (PSK). starsexwork.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 12 wanita pekerja seks komersial (PSK) dibeberapa titik mangkal. Mereka dijaring suku dinas (sudin) sosial Jakarta Utara dalam operasi yang digulirkan Ahad dini hari, 31 Maret 2013.

    Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial (Yanresos) Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Israk mengatakan operasi tersebut rutin dilakukan guna merespon keluhan masyarakat. "Kalau dibiarkan mangkal nantinya akan menjamur," ujarnya, Ahad, 31 Maret 2013.

    Para wanita penghibur lelaki hidung belang itu ditangkap di Taman Tablo jalan Plumpang Semper, perempatan Coca-Cola jalan Yos Sudarso, jalan Mambo, jalan Enggano, dan Taman Terminal Tanjung Priok. Menurut Israk, penertiban tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum DKI Jakarta.

    Dalam penangkapan yang melibatkan puluhan petugas gabungan sudin sosial, Satpol PP dan petugas kepolisian tersebut, beberapa PSK sempat melarikan diri dan menolak diangkut ke mobil operasional milik petugas Sudin Sosial Jakarta Utara. "Sekarang mereka dibawa ke Panti Sosial Cipayung, Jakarta Timur, untuk didata dan dibina," kata dia.

    Selain menjaring 12 PSK, lanjut Israk, lembaganya juga menjaring 2 gelandangan di Taman Tanjung Priok. Keduanya dibawa ke Panti Sosial di Cipayung untuk didata dan dibina. "Tak kurang 20 kali dalam sebulan kami lakukan razia kepada mereka (gelandangan)," kata dia.

    JAYADI SUPRIADIN

    Berita terpopuler lainnya:
    Pesan Spiritual Diabaikan, Soeharto Dilempar Tomat
    Mangga Muda, Cara Soeharto Redam Demonstrasi HMI 

    Kiai Anggap Eyang Subur Bukan Tokoh Spiritual

    Ditinggal Guru Spiritual, Soeharto Menangis

    Menjadi Presiden, Soeharto Dipantau Secara Gaib


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.