Dirut MRT Irit Bicara, Ahok: Bagus Dong!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Subekti

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat para pewarta, sikap bungkam direksi PT MRT Jakarta saat menghadapi awak media mungkin menyulitkan dalam memperoleh hasil liputan. Tapi ternyata sikap bungkam pilihan direksi ini mendapat dukungan dan penilaian positif Pemerintah Provinsi DKI. (Baca juga: Apa 2 Perintah Jokowi untuk Dirut MRT Baru?

    "Bagus, dong, ya kerja aja biar dimatengin semua," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Senin, 8 April 2013.

    Ahok berpendapat, sikap tertutup direksi justru merupakan upaya keseriusan mereka dalam melaksanakan megaproyek tersebut supaya segera berjalan. "Kalau nanti sudah beres, dirut (direktur utama) yang ngomong," kata dia.

    Ahok menilai, sejak penggantian direksi beberapa waktu lalu, terlihat ada perkembangan pekerjaan sesuai harapan pemerintah DKI. "Kerja dia bagus, bagaimana membuka jalan dan bagaimana mengatasi macetnya," kata dia.

    Rencananya, pekan ketiga bulan ini, pemerintah DKI segera mengumumkan pemenang tender. Rencana berikutnya adalah peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pengerjaan proyek tersebut dalam waktu dekat. "Mungkin akhir bulan ini akan bisa diumumkan siapa yang menang," ujarnya.

    Posisi Direktur Utama PT MRT Jakarta kini dijabat Dono Boestami, pejabat baru di lingkungan perusahaan milik DKI tersebut. Mantan Direktur Keuangan perusahaan BUMN, PT Bukit Asam, ini dipanggil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menakhodai proyek MRT Jakarta.

    JAYADI SUPRIADIN


    Topik terhangat:


    Penguasa Demokrat
    | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita Lainnya:
    Agustus, SBY Bakal Ganti Kapolri dan Panglima TNI
    Google Membayar Pria Ini Hampir Rp 1 Triliun
    Margaret Thatcher, PM Wanita Pertama Inggris Wafat
    Pangdam IV Diponegoro Resmi Dicopot
    Presiden SBY Segera Aktif Twitter-an


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.