Kekerasan Seksual Naik 2 Kali Lipat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komite Aksi Perempuan melakukan aksi simpatik terhadap perempuan bertepatan  dengan hari Kartini di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/4). Aksi tersebut mengajak perempuan Indonesian untuk ekspresikan marahmu terhadap pelaku kejahatan seksual dan diskriminasi. TEMPO/Dasril Roszandi

    Komite Aksi Perempuan melakukan aksi simpatik terhadap perempuan bertepatan dengan hari Kartini di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/4). Aksi tersebut mengajak perempuan Indonesian untuk ekspresikan marahmu terhadap pelaku kejahatan seksual dan diskriminasi. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dian Novita, 27 tahun, aktivis sosial dari Komite Aksi Perempuan mengatakan, kekerasan seksual yang menimpa perempuan dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Ia menyebutkan, dari data yang diperoleh Komisi Nasional Perempuan tercatat pada 2011, ada 119.107 kasus kekerasan yang ditangani oleh lembaga pelayanan. Pada 2012, angka itu naik hingga dua kali lipat menjadi 216.156 kasus.

    "Kalau melihat angka itu, sudah saatnya perempuan berani melawan," kata Dian di Bundaran Hotel Indonesia, Ahad, 21 April 2013. Menurut Dian, penegakan hukum yang dilakukan oleh kepolisian tidak berbanding lurus dengan tingginya kasus kekerasan. Sebab, hingga kini, polisi belum bisa menuntaskan kasus kekerasan terhadap perempuan.

    Sikap para penegak hukum, kata dia, masih memandang bahwa kekerasan seksual merupakan kesalahan dari pihak korban. Ditambah pola pikir yang berkembang di masyarakat yang lebih mengajarkan perempuan agar lebih berhati-hati saat berada di luar rumah. "Mestinya sasarannya tidak hanya perempuan," kata Dian.

    Bertepatan dengan Hari Kartini, kata Dian, Komite Aksi Perempuan menuntut pemerintah untuk membuat regulasi khusus tentang kejahatan seksual. Dewasa ini, sudah banyak perempuan yang terjun ke ruang publik. Semangat emansipasi yang ditelurkan oleh Kartini, ucap dia, mesti didukung oleh negara, di antaranya dengan memberikan perlindungan dan rasa aman. "Negara harus bisa menjamin kebebasan perempuan yang menjadi korban kejahatan seksual untuk tetap beraktivitas," Dian berujar.

    Aksi anti-kekerasan terhadap perempuan yang digelar di depan Bundaran Hotel Indonesia dihadiri puluhan perempuan yang mengenakan pakaian hitam. Tiga buah papan kayu berukuran 80 x 180 sentimeter berdiri tegak dan dijadikan sebagai media aspirasi.

    Salah seorang peserta aksi, Maya, 15 tahun, mengaku acara ini penting diikuti. "Saya jadi tahu seputar kejahatan seksual yang biasa mengincar perempuan," kata pelajar kelas X SMK 50 Jakarta ini.

    ADITYA BUDIMAN

    Topik Terhangat:
    Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Kasus Cebongan

    Berita Lainnya:
    Ayah Pelaku Bom Boston: Katakan Semua ke Polisi
    Korban Bom Boston Bantu FBI Identifikasi Pelaku
    Tersangka Bom Boston Tertangkap Kamera iPhone
    Kronologi Penyerangan di DPP PDIP
    Pengebom Boston Dicokok, Pengakuan Orang Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.