Jokowi: MRT Seperti Mencabut Kumis Harimau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Widodo. ANTARA/Rafiuddin Abdul Rahman

    Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Widodo. ANTARA/Rafiuddin Abdul Rahman

    TEMPO.CO, Jakarta--Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan pengerjaan proyek-prpyek besar seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan monorail perlu dikerjakan secara berhati-hati. Dia bahkan mengibaratkannya seperti hendak mencabut kumis harimau.

    "Masalahnya harus dimengerti dengan jelas, harus sabar," ujar Jokowi ketika ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Selasa, 23 April 2013. Jika segala permasalahan sudah dipahami, barulah keputusan bisa diambil. "Selain itu juga butuh keberanian."

    Istilah mencabut kumis macan itu pertama kali dia lontarkan melalui cuitannya di Twitter pada Senin, 22 April 2013, malam. Melalui akun @jokowi_do2 dia mencuit, "Butuh keberanian mencabut kumis harimau." Namun dia mengaku cuitannya tak berhubungan dengan orang tertentu, melainkan membahas masalah yang dia hadapi sebagai Gubernur Jakarta.

    Salah satu kehati-hatiannya menurut dia diterapkan di proyek MRT. Soalnya sampai saat ini dia belum menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak untuk pencairan dana hibah dari pemerintah pusat.

    Mantan Walikota Solo itu mengatakan dirinya bukan tak mau menandatangani surat tersebut. "Saya cuma mau tanya kenapa harus Gubernur yang tanda tangan? Kenapa bukan PT MRT sebagai pihak yang mengerjakan?" ujar dia. "Apa mungkin karena duitnya gede?"

    Tetapi dia enggan memastikan waktu dia akan menandatangani surat tersebut. Jokowi beralasan surat tersebut sampai saat ini belum sampai di mejanya. Oleh sebab itu dia akan bertanya ke Kementerian Keuangan terlebih dulu.

    Dalam surat pertanggungjawaban itu memang terdapat klausul bahwa Gubernur bersedia dituntut secara hukum dann mengganti kerugian kepada negara jika proyek itu bermasalah di kemudiuan hari. Hal itulah yang membuatnya keberatan. Soalnya proyek sepenuhnya dikerjakan oleh PT MRT Jakarta. "Meskipun hibahnya ke Pemprov DKI, itu kan bentuknya penyertaan modal untuk PT MRT," katanya.

    Jokowi menilai persoalan administrasi itu bukan masalah terbesar dalam proyek yang sudh direncanakan sejak 24 tahun lalu ini. Hal yang terpenting menurutnya merupakan pengumuman pemenang tender pembangunan fisik. "Kalau sudah diumumkan, proyek bisa berjalan. Soal administrasi ini bisa diurus sambil berjalan," ujarnya. Simak gebrakan Jokowi dan perkembangan proyek MRT.

    ANGGRITA DESYANI



    Topik Terhangat:

    #Ujian Nasional | #Bom Boston | #Lion Air Jatuh | #Preman Yogya

    Baca juga:
    Buruh Gugat Jokowi ke PTUN

    Ahok Berjanji Putihkan Tunggakan Rusun Marunda

    Jokowi Siap Digugat Buruh

    Demi UN SMP, 9 Siswa Pulau Seribu Naik Kapal 6 Jam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.