Pabrik Kuali di Sepatan Digerebek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang buruh membaca tulisan yang mengajak para buruh untuk tidak bekerja pada Hari Buruh se Dunia, pada pintu salah satu pabrik di Kawasan Berikat Nusantara, Cilincing, Jakarta, (1/5). TEMPO/Dasril Rozandi

    Seorang buruh membaca tulisan yang mengajak para buruh untuk tidak bekerja pada Hari Buruh se Dunia, pada pintu salah satu pabrik di Kawasan Berikat Nusantara, Cilincing, Jakarta, (1/5). TEMPO/Dasril Rozandi

    TEMPO.CO, Tangerang - Kepolisian Resor Kota Tangerang menggerebek sebuah pabrik pembuatan alumunium balok dan kuali di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

    Pabrik yang diduga illegal ini dilaporkan telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia seperti menyiksa dan menyekap karyawan, mempekerjakan karyawan dibawah umur dan para karyawan tersebut tidak diberi upah yang standar. "Pabrik ini sudah beroperasi 1,5 tahun, tapi memperlakukan karyawannya sangat tidak manusiawi," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Shinto kepada Tempo, Sabtu 4 Mei 2013.

    Usaha yang dimiliki oleh JK, 40 tahun itu digerebek polisi pada Jumat petang 3 Mei 2013 kemarin. Di lokasi, polisi menemukan beberapa fakta soal usaha industri rumahan tersebut, yaitu: tempat usaha industri tidak memiliki izin industri dari pemerintah Kabupaten Tangerang, tempat istirahat buruh berupa ruang tertutup seluas 8 meter x 6 meter tanpa ranjang tempat tidur, hanya alas tikar, kondisi pengab, lembab, gelap, kamar mandi yang kondiisnya kotor dan jorok karena tidak terawatt.

    "Dompet, HP yang dibawa buruh ketika awal bekerja disita oleh JK dan disimpan isntrinya tanpa argumentasi yang jelas," kata Shinto. "Buruh yang sudah bekerja dua bulan, dijanjikan akan mendapat upah sebesar Rp 600 ribu perbulan.  "Tapi gaji tidak diberikan," katanya.

    Saat penggerebekan polisi juga menemukan 6 orang buruh yang sedang disekap dengan kondisi ruangan dikunci dari luar. Kondisi para buruh tersebut sangat memprihatinkan, pakaian yang dikenakan kumal, compang camping karena berbulan bulan tidak ganti. "Kondisi tubuh buruh juga tidak terawat, rambut coklat, kelopak mata gelap, berpenyakit kulit (kurap dan gatal-gatal), terlihat tidak sehat," kata Shinto.

    Para buruh tersebut mengaku diperlakukan tidak manusiwai, hak hak terkait kesehatan, hak untuk berkomunikasi diabaikan oleh pemilik usaha tersebut. Polisi juga menemukan 4 orang buruh yang masih berusia dibawa 17 tahun dengan status masih anak-anak.

    JONIANSYAH

    Berita Lain:
    Ayu Azhari Lega Fathanah Tidak ke Restorannya

    Raul Ingin Ronaldo Bertahan di Madrid

    Pendukung Fatin Shidqia Mirip Supporter Bola

    Ayu Azhari: Fathanah Lebih Suka Daging Kambing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.