Survei Capres Tinggi, Jokowi: Sombong Dikit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Subekti

    Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta--Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo memiliki cara sendiri menanggapi hasil survei yang kembali menempatkan dirinya teratas sebagai calon presiden 2014. Dengan gaya becanda dan santai, ia menyatakan, semua lembaga survei memang menunjukan dirinya memiliki dukungan dan kepercayaan tertinggi untuk menjadi calon presiden.

    "Memang di survei siapa pun ya tinggi, sombong dikit," kata Jokowi, sapaan Joko Widodo saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin, 27 Mei 2013.

    Mantan Wali Kota Surakarta ini juga berulang kali tertawa ketika ditanya mengenai hasil survei dan niatnya maju sebagai calon presiden atau wakil presiden di Pemilihan Umum 2014. Nama Jokowi kembali menduduki peringkat teratas dalam survei yang dikeluarkan Centre for Strategic and Internasional Studies.

    CSIS mencatat, Jokowi menempati posisi pertama dengan 28,6 persen sebagai capres 2014. Ia mengalahkan sejumlah tokoh politik lain seperti Prabowo Subianto sebanyak 15,6 persen, Aburizal Bakrie 7 persen, Megawati Soekarnoputri 5,4 persen, Jusuf Kalla 3,7 persen, Mahfud MD 2,4 persen, dan Hatta Rajasa 2,2 persen.

    Dalam survei yang sama, Jokowi juga menempati posisi pertama sebagai pejabat negara yang paling populer dengan popularitas mencapai 85,9 persen. Ia mengalahkan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono sebesar 78,5 persen, Sri Sultan Hamengkubuwono X 59,5 persen, Dahlan Iskan 42,6 persen, Mahfud MD 39,6 persen, Pramono Edhie Wibowo 20,2 persen, Djoko Suyanto 15,2 persen, dan Gita Wirjawan 8,4 persen.

    Survei CSIS sendiri dilakukan secara tatap muka dengan jumlah responden 1.635 orang yang berada di 31 provinsi pada 9-16 April 2013. Survei tidak dilakukan di dua provinsi yaitu Papua dan Papua Barat dengan alasan situasi yang tidak kondusif.

    Jokowi sendiri mengklaim tetap tidak berpikir untuk mengikuti hasil survei dan bersedia ikut sebagai calon di Pemilu 2014. Ia masih ingin berfokus dan menuntaskan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga akhir masa jabatannya. "Sampai detik ini tidak mikir ke sana, boleh dong saya enggak mikir." Simak bursa capres 2014 di sini.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Terhangat:
    Darin Mumtazah & Luthfi
    | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | Menkeu Baru | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha

    Baca juga:
    Daftar 'Perang' Antar Kubu di PKS

    Ciuman Massal sebagai Protes

    Hitung Cepat Pilgub Jateng, Ganjar Pranowo Unggul

    Digugat Pencabulan, Korban Potong 'Burung' Melawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.