Asosiasi Penumpang: Pemukul Petugas KRL Ditindak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KRL Commuter Line. ANTARA/Paramayuda

    KRL Commuter Line. ANTARA/Paramayuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Asosiasi Penumpang Kereta Anthony Lajar meminta PT. Kereta Api Indonesia untuk segera mengambil tindakan tegas terkait kasus pemukulan petugas karcis oleh lima orang penumpang. "PT KAI jangan lepas tangan. Apapun alasannya, pemukulan itu tetap salah dan harus ditindak secara hukum," ujar Anthony ketika dihubungi, Jumat, 7 Juni 2013.

    Sebelumnya, seorang petugas pemeriksa karcis di rangkaian KRL rute Jakarta Kota-Bogor dipukuli 5 orang penumpang pada Kamis malam. Petugas perempuan bernama Fatma itu dipukul oleh lima penumpang lelaki yang ditegur karena tidak memiliki tiket.

    Anthony berkata, selain harus menindak tegas masalah ini, ia juga mewanti-wanti pihak KAI untuk mencari cara agar kasus ini tak terulang. Misalnya, kata Anthony, dengan memperbanyak CCTV serta meningkatkan penjagaan di setiap pintu kereta api. "Nah bagaimana mereka sampai bisa masuk tanpa tiket, itu perlu dicari tahu. Jangan sampai ini terulang," ujarnya.

    Ditanyai apakah ada kemungkinan kelima pemukul ini aslinya adalah penumpang kereta ekonomi yang masuk ke KRL, Anthony berkata bisa saja. Bahkan, ia mengaku asosiasinya menerima banyak pengaduan soal penumpang kereta dengan tiket yang salah.

    "Itu salah satu yang harus diperiksa, apakah benar mereka penumpang tanpa tiket, atau mereka aslinya adalah penumpang kereta ekonomi. Kami banyak dapat pengaduan soal pemegang ka ekonomi naik kereta lain," ujarnya.

    Salah satu penumpang kereta api yang dulunya anggota KRL Mania, Agus Imansyah juga mengungkapkan keprihatinannya soal kasus pemukulan ini. Ia pun meminta KAI untuk langsung mencari siapa pemukulnya dan ambil tindakan tegas.

    "Ada CCTV kan di stasiun, cari orangnya lalu ditindak secara hukum. Jangan didiamkan. Kalau didiamkan, nanti jadi preseden buruk. Orang jadi takut juga naik kereta," ujarnya menegaskan.

    Pemukulan Fatma ini menjadi kasus pemukulan petugas transportasi perempuan kedua pekan ini. Sebelumnya, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Bangka Belitung memukul pramugari Sriwijaya Air Febriani karena memperingatkannya agar tak mengaktifkan handphone.

    ISTMAN MP

    Topik terhangat:

    Penembakan Tito Kei
    | Tarif Baru KRL | Kisruh KJS | PKS Membangkang | Fathanah

    Berita lainnya:

    Pramugari Sriwijaya Air Dipukul Pejabat Daerah

    4 Indikasi Priyo Diduga Terlibat Proyek Kementerian Agama

    Spanduk Tolak Kenaikan BBM PKS Dicopot


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.