Tertibkan Tanah Abang Perlu Seribu Satpol PP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Upacara HUT Satpol PP ke-63 dan satuan perlindungan Masyarakat ke-51 di Lapangan silang Monas, Jakarta, (30/4). HUT ke 63 ini diharapkan personel Satpol PP DKI harus tegas namun tetap menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dalam bertugas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Upacara HUT Satpol PP ke-63 dan satuan perlindungan Masyarakat ke-51 di Lapangan silang Monas, Jakarta, (30/4). HUT ke 63 ini diharapkan personel Satpol PP DKI harus tegas namun tetap menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dalam bertugas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta:Camat Tanah Abang Hidayatullah mengatakan bahwa untuk menertibkan pedagang di sekitar Pasar Blok A dan Blok B setidaknya diperlukan 1000 personel Satpol PP. Menurutnya jumlah pedagang yang ada di sekitar pasar Tanah Abang sekarang ada sekitar 3.000 orang lebih, belum lagi saat jatuhnya Bulan Ramadhan beberapa hari lagi, jumlah pedagang bisa mencapai 6.000 orang.

    Jika tidak ada kerjasama dengan berbagai pihak lintas sektoral seperti Satpol PP, Suku Dinas Perhubungan, Kepolisian Sektor Tanah Abang dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maka tidak akan mungkin lalu lintas Pasar Tanah Abang bisa lancar. "Kalau dari kecamatan cuma ada sekitar 60 personel, makanya perlu ada kerjasama dari berbagai pihak," ujar Hidayatullah.

    Kekuatan personel dari kecamatan menurut Hidayatullah dirasa kurang untuk menertibkan jumlah pedagang kaki lima yang ada di Tanah Abang. Hidayatullah mengatakan untuk memperbaiki lalu lintas tanah abang harus ada kerjasama antara berbagai pihak yang terkait lintas sektoral. Tidak bisa sendiri-sendiri. Harapannya jika ada kerjasama lintas sektoral akan tercapai tujuan yang diharapkan yaitu lalu lintas Pasar Tanah Abang yang tertib.

    Meskipun telah dilakukan upaya penertiban terhadap pedagang kaki lima pada Sabtu, 1 Juni 2013, kondisi kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali semrawut seperti sebelumnya. Lapak-lapak pedagang kembali tumpah ruah di jalan. Kondisi paling parah terdapat di ruas Jalan Kebon Jati. Di jalan yang menghubungkan Jalan KH Mas Mansyur ke Stasiun Tanah Abang itu, para pedagang kembali memenuhi badan jalan. Adapun kondisi di Jalan KH Mas Mansyur sudah cukup tertib.

    Sebelumnya, kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas yang ada di sekitar Pasar Tanah Abang merupakan imbas dari banyaknya parkir liar dan pedagang yang menggunakan bahu jalan. Mulai Juni 2013 petugas gabungan dari Polsek Tanah Abang, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat serta Satuan Pengamanan Pamong Praja Jakarta Pusat akan melakukan penertiban gabungan untuk memenimalisir kemacetan di daerah sekitar Pasar Tanah Abang.

    GALVAN YUDISTIRA

    Topik terhangat:

    Rusuh KJRI Jeddah | Koalisi dan PKS | Perbudakan Buruh

    Berita lainnya:

    Edisi Khusus HUT Jakarta
    Dosen UI Pengkritik Korupsi Jadi Tersangka

    Aktris Ully Artha Meninggal Dunia

    Alasan Jakarta Semakin Macet


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.