Pembangunan Banjir Kanal Timur Terus Tertunda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Pembangunan proyek Banjir Kanal Timur (BKT) masih terhambat karena pembebasan lahan belum juga selesai. Sekitar Rp 5,1 miliar anggaran BKT di Cipinang Besar Selatan (paket 9) dari total anggaran Rp 12,3 miliar akan dipindahkan untuk pembangunan Banjir Kanal Barat (BKB) dan tanggul sungai (sheet pile). "Saya siap dimaki-maki karena hal ini (memindahkan pos anggaran)," jelas Pimpinan Proyek (Pimpro) BKT, Pitoyo Subandriyo saat kunjungan ke proyek-proyek BKT Jakarta, Rabu (13/9).Proyek-proyek di BKT yang pada 2004 masih belum dikerjakan, khususnya di wilayah Cipinang Besar Selatan (paket 9) terdapat sekitar enam jenis, yaitu pembuatan bangunan terjunan di Cipinang (Rp 2,7 miliar), ambang dasar (Rp 45, 8 juta), saluran gendong (Rp 149 juta), pengerukan kali Cipinang (Rp 270 juta), pembuatan jalan inspeksi (Rp. 239,7 juta) dan pembuatan perlindungan talud BKT (Rp. 1,68 miliar). Keterlambatan pencapaian target proyek, menurut Pitoyo, bukan karena kerja yang tidak optimal, tapi karena keterbatasan kemampuan memindahkan penduduk di sepanjang tepi sungai. "Disini kita tidak bisa semena-mena membangun, kita masih menggunakan rasa," ujarnya sambil berharap atas kesadaran penduduk untuk pindah.Suryani Ika Sari – Tempo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.