Jalan Layang Tanah Abang-Casablanca Segera Rampung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pembangunan jalan layang non tol  Kampung Melayu-Tanah Abang di kawasan Casablanca, Jakarta, Rabu (19/9). TEMPO/Subekti

    Proyek pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang di kawasan Casablanca, Jakarta, Rabu (19/9). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Istaka Karya menargetkan pembangunan Jalan Layang Non-Tol Tanah Abang-Casablanka rampung akhir September 2013. Direktur Istaka Karya Kasman Muhammad mengatakan pembangunan di sana  sudah mencapai 10 persen.

    "Saat ini kami sedang mendatangkan penyangga jembatan dari Taiwan," kata Kasman ketika dihubungi pada Rabu, 3 Juli 2013. Kasman menjelaskan penyangga ini diperlukan karena ada permasalahan ketidakseimbangan struktur.

    Akar masalahnya, kata Kasman, adalah adanya perubahan desain jembatan di Kawasan KH Mas Mansyur atau sekitar Hotel Le Meridien, dekat Jalan Sudirman.  Desain yang berubah ini menyebabkan rentang jembatan menjadi begitu lebat sehingga dibutuhkan penyangga khusus. Penyangga ini berfungsi agar antar jembatan bisa disambung secara kuat.

    Penyangga ini juga memiliki struktur yang ramping. "Jadi saat selesai pemasangan tidak menyebabkan kemacetan," katanya.

    Kasman menargetkan pemasangan rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri sekitar awal Agustus 2013. Kemudian dibutuhkan waktu antara satu sampai dua bulan untuk penyelesaian akhir.

    Terkait dengan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Kasman mengaku sudah sepakat dengan Pemerintah DKI Jakarta. "Proyek tetap jalan sambil tunggu audit," kata Kasman.

    Dia mengatakan DKI Jakarta sudah menyiapkan dana Rp 39 miliar untuk Istaka meneruskan proyek. "Nanti kalau hasil audit bilang kebanyakan, akan kami kembalikan," ujarnya.

    Dari tiga paket pekerjaan proyek jalan layang Jakarta sepanjang 2,7 kilometer, memang hanya satu paket yang belum selesai, yaitu di ruas Karet-Sudirman. Ruas ini dikerjakan oleh PT Istaka Karya (BUMN).

    Proses pengerjaan proyek senilai Rp 2,02 triliun tersebut tersendat selepas terjadinya peralihan kepemimpinan di lingkungan Pemerintahan DKI Jakarta. Pengerjaan proyek ini seharusnya selesai akhir tahun lalu.

    SYAILENDRA


    Berita Terpopuler:
    Ada SBY, Tepuk Tangan Meriahnya untuk Jokowi

    Ini Alasan Terdakwa Cebongan Mengakui Perbuatannya

    Garuda Indonesia Maskapai Pertama dengan Wi-Fi

    KPI: Sang Bos Manfaatkan TV untuk Berpolitik 

    Ada Boneka Barbie Bertubuh Proporsional di Amerika 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.