Ahok: Saya Sudah Belajar Bahasa Halus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta:Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah belajar berbicara dengan lebih halus. Selama ini dia dikenal sebagai pejabat yang selau bicara blak-blakan dan ceplas-ceplos. Namun gaya komunikasinya itu belakangan mengundang kritik dari kelompok Masyarakat Peduli MRT dan pedagang kaki lima Tanah Abang.

    "kemarin kan sudah diperingatkan supaya ngomong lebih halus, jadi kalau mau bilang pecat istilahnya disekolahkan, rotasi pejabat istilahnya penyegaran," ujar Basuki sambil tertawa, Selasa, 30 Juli 2013.

    Menurut dia, masyarakat Indonesia lebih senang dengan kata-kata bersayap semacam itu. "Disekolahkan bisa saja dikirim ke cipinang," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

    Kemarin, dua pengamat komunikasi politik dai Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran memang menyarankan Ahok untuk memperhalus gaya komunikasinya agar tak menuai kontroversi. "Diberi selingan lah, sesekali bicara dengan kata-kata yang manis," kata Effendi Ghazali dari Universitas Indonesia. "Seni komunikasi pemimpin kan seperti itu," kata dia.

    Selain itu, Dadang Rahmat dari Universitas Padjadjaran juga mengimbau Ahok untuk memperhalus gaya bicaranya yang ceplas-ceplos. "Ceplas-ceplos sebetulnya tidak maslaah, tetapi memang ada kelompok masyarakat yang tersinggung dengan cara b icara seperti itu," kata Dadang, Senin.

    ANGGRITA DESYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.