Ahok Hadapi Preman, Prabowo Pasang Badan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -- Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bersedia pasang badan melindung kadernya, Basuki Tjahaja Purnama, yang juga menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta ini. Menurut dia, pembelaan ini dilakukannya selama Ahok, panggilan Basuki, tetap bertujuan untuk kepentingan rakyat.

    "Saya, Prabowo Subianto, bersedia pasang badan mendukung perjuangan Ahok," kata Prabowo melalui fans page di jejaring sosial Facebook, dinihari tadi, 30 Juli 2013. Menurut dia, Ahok tak takut melawan para koruptor, para perampok, para penjahat, dan para penjebol uang rakyat. Prabowo mengatakan, selama niat Ahok bukan untuk memperkaya diri, dia dan rakyat Indonesia akan mendukung perjuangan Wakil Gubernur itu.

    Dukungan Prabowo ini dibagikan ulang di hampir 600 akun Facebook. Sebanyak 20 ribu orang menyukai status ini. "Oke... P.JENDRAL... Semoga harapan saya terlaksana.. Duet paling cocok PRABOWO & JOKOWI membuat INDONESIA JAYA... Pak BASUKI melanjutkan kepemimpinan DKI 1," demikian tanggapan Adit Satriawan di laman tersebut.

    Ramainya perseteruan Basuki dan Abraham 'Lulung' Lunggana, Wakil Ketua DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan, ini dimulai pekan lalu. Masalahnya, soal penertiban pedagang kaki lima di Tanah Abang. Namun Ahok mengaku tak pernah menyebut nama Lulung atau menuduh anggota DPRD itu terlibat dalam kisruh tersebut. Sejumlah pendukung Lulung menggeruduk Ahok agar orang nomor dua di Jakarta itu meminta maaf. Simak heboh Ahok vs Lulung di sini.

    SUNDARI

    Berita terkait:
    Ahok: Saya Enggak Pernah Musuhan dengan Lulung

    Berselisih dengan Lulung, Ini Ideologi Ahok
    VIDEO Ahok dan Pendukung Haji Lulung Populer


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.