Senin, 19 Februari 2018

Awas, Beredar Undian Berkedok RIM Blackberry

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 2 Agustus 2013 21:31 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awas, Beredar Undian Berkedok RIM Blackberry

    REUTERS/Valentin Flauraud

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi meminta masyarakat waspada adanya kasus penipuan undian bodong RIM BlackBerry Indonesia. Beredar surat elektronik mengaku dari pihak RIM yang menginformasikan kemenangan atas undian berhadiah. Penerima surel disebut berhak atas sebuah Honda Jazz dalam rangka undian promo Grand Prize BlackBerry Indonesia.

    "Jika ada yang merasa dirugikan, silakan melapor," kata Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto lewat pesan singkat, Selasa, 2 Agustus 2013. Dalam undian itu, tak hanya mencatut nama besar perusahaan Research in Motion (RIM), tapi juga nama Kepolisian Daerah dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Atas hal ini Polda membantah terlibat dalam undian tersebut.

    Dalam surelnya, tampak meyakinkan terduga penipu mencantumkan alamat PT RIM di Indonesia. Disertai nomor telepon yang dapat dihubungi. Namun sore ini, saat Tempo mencoba menghubungi, dua nomor yang tercantum dalam surel tersebut tidak aktif.

    Untuk menebus hadiah undian ini, penerima surel diwajibkan membayar pajak 25 persen dari harga kendaraan. Selain tu penerima surel pun harus membayar jaminan Rp 3,75 juta sebagai biaya pengurusan surat-surat ke pihak kepolisian. Polisi meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap upaya penipuan seperti ini. "Jangan mudah tertipu," ujarnya.

    M. ANDI PERDANA



    Berita Lainnya:
    Roy Marten: Jokowi Pegang Indonesia, Ahok Jakarta
    Tak Hanya PKL, Ahok Siap Senggol Konglomerat  
    Hore, BBM untuk Android dan iOS Mulai Tersedia  
    Ahok: Oh, Jokowi Layak Jadi Capres!  
    Ngumpet dari Media, Jokowi Bertemu Syafii Maarif
    Kalau Jokowi Jadi Presiden, Ini Kata Ahok


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.