Kantor Palyja Kebakaran, Warga Kesulitan Air  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Instalasi Pengelolaan Air (IPA) II PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Pejompongan, Jakarta. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Instalasi Pengelolaan Air (IPA) II PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Pejompongan, Jakarta. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada Ahad pagi, 4 Agustus 2013, rumah Sutarno yang ada di RT 08 RW 02, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah digeruduk ibu-ibu. Tujuannya, meminta air bersih di rumah dua lantai tersebut.

    "Dari kemarin air PAM mati," kata Sutarno di rumahnya pada Ahad, 4 Agustus 2013. Penyebabnya, dia menirukan ketua RT setempat yang sudah diberi tahu pihak Palyja, kantor perusahaan air minum tersebut kebakaran.

    Untungnya, warga asli Cilacap ini mengaku menggunakan sumur. Jadi dia tidak khawatir kekurangan air. Beda dengan Sutarno, beberapa ibu rumah tangga mengaku kelabakan. Alasannya, mereka tidak menggunakan sumur sebagai cadangan.

    "Makanya ini suruh anak-anak bantu angkat ember," kata Diyah, seorang warga di rumah Sutarno. Dia, yang bolak-balik keluar-masuk rumahnya, tampak membawa tiga jeriken air. Diyah berharap kondisi ini tidak berlarut-larut. "Susah kalau mau masak air dan buat mandi mesti bolak-balik nimba," katanya. Saat ini dia mengaku terbantu dengan air sumur tetangganya tersebut.

    Kebakaran hebat melanda kantor Palyja di kawasan Kalimalang pada Sabtu kemarin, 3 Agustus 2013. Akibatnya, diperkirakan pasokan air ke Jakarta Pusat dan Barat tersendat. Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, Mulyanto, mengatakan api menghanguskan tiga panel listrik ukuran besar hingga menimbulkan ledakan.

    SYAILENDRA

    Berita Lain:
    Dimarahi Ahok Jauh Lebih Seram dari Film Conjuring

    Merokok Berbahaya, Mendengkur Jauh Lebih Bahaya

    Polisi Akan Sita Aset Hercules

    Real Madrid Gaet Bocah Ajaib Asal Amerika Serikat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.